TEDUH: Habib Umar Muthohar teduh menyampaikan pesan kebaikan. (foto: dok ngopibareng.id)
TEDUH: Habib Umar Muthohar teduh menyampaikan pesan kebaikan. (foto: dok ngopibareng.id)
Kopi dalam Khazanah Pesantren (1)

Kopi itu Minuman Kesukaan Para Wali, Ini Dawuh Habib Umar Muthohar

Ngopibareng.id Khazanah 12 July 2018 12:40 WIB
“Saya suka kopi itu karena kopi adalah minuman kesukaan para Wali, kesukaan orang-orang shalih”.

Habib Umar al-Muthohar dikenal masyarakat karena ceramahnya yang menyejukkan. Dalam salah satu pengajiannya di Semarang, tepatnya di Masjid al-Azhar Permatapuri Ngaliyan, habib yang masih kerabat dekat H Muthahar (Habib Husein Al-Muthahar, pencipta lagu “Tujuh Belas Agustus” dan sejumlah lagu wajib Nasional lainnya, red), ketika disuguhi kopi.

Tidak menunggu lama, kopi pun diseruput Habib Umar. “Sruput…”.

Suara sruputan kopi didengar para jamaah yang hadir.

“Saya sengaja dekatkan dengan mikrofon, biar sampean kepingin “, kata Habib Umar disambut tawa oleh hadirin.

Kemudian Habib Umar cerita, “Saya suka kopi itu karena kopi adalah minuman kesukaan para Wali, kesukaan orang-orang shalih”. Oleh sebab itu, Habib Umar menirunya agar bisa ketularan para wali dan orang-orang sholih itu.

Sangking senengnya dengan kopi, lanjut Habib Umar, ada Wali yang mengatakan demikian:

“Barangsiapa yang mati, diperutnya ada sisa-sisa kopi, ia tidak akan ditanya oleh malaikat”.

"“Kalau ada orang mati, diperutnya ada sisa-sisa kopi, berarti dia ahli dzikir..." kata Habib Umar Muthohar.

Perkataan Habib Umar ini disambut tawa terpingkal-pingkal oleh hadirin, namun mereka juga penasaran.

“ Lho kandani kok. Kalau zaman sekarang ungkapan ini disampaikan ya, ramai... Mosok perkara kopi tekan … para Waliyullah,” jelasnya.

Habib Umar menjelaskan, ungkapan ini perlu dilihat, ketika wali itu berkata demikian, kondisinya itu bagaimana?

“Pada waktu itu kopi adalah minuman favorit orang-orang ahli dzikir, agar dzikir malam kuat lama minum kopi. Shalat tahajud biar kuat lama minum kopi. Munajat, baca Al-Quran agar kuat sampai subuh, minum kopi,” jelas Habib Umar.

Maka dari itu, lanjut Habib Umar, “Kalau ada orang mati, diperutnya ada sisa-sisa kopi, berarti dia ahli dzikir. Demikianlah saudara.. .”

“Lha kalau sekarang bagaimana, Bib? Kalau sekarang ya wa Allahu a’lam.. karena wong keplek ya ngombe kopi. .. (semua orang bisa minum kopi, red),” tambah Habib Umar disambut tawa lagi oleh hadirin.

“Lalu yang diikuti siapa? Niatnya meniru orang-orang shalih. Alhamdulillah…,” pungkas Habib Umar dalam pembahasan kopi, dilanjut materi pengajian tentang Doa dan Istighosah, bersama KH Dimyati Rois dari Kendal. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

27 Jan 2021 07:07 WIB

Gelar Baca Manaqib Sang Waliyullah, Ikhtiar Tolak Balak NU Jerman

Khazanah

Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jilany

11 Jan 2021 03:11 WIB

Al-Hallaj Si Gila, Kisah Mengharukan di Jagat Kaum Sufi

Khazanah

Dialah Waliyullah, kekasih Tuhan

11 Dec 2020 10:07 WIB

Raih Cahaya Jumat, Fadhilah Baca Surat Al-Kahfi

Islam Sehari-hari

Meraih cahaya hari Jumat ke Jumat berikutnya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...