Keempat mahasiswa UKWMS yang membuat inovasi selai dari bahan dasar kopi dan labu. Foto: Amanah/ngopibareng.id

Konvyt: Inovasi Selai Kopi Buatan Mahasiswa UKWMS

Teknologi dan Inovasi 13 September 2018 16:27 WIB

Sebagai negara keempat penghasil terbesar di dunia, komoditi kopi tentu sangat melimpah di negeri ini. Berbagai varian kopi, banyak tersebar di pelosok nusantara.

Namun sayang, inovasi untuk menambah nilai tambah produk kopi masih sangat jarang ditemukan. Para petani lebih banyak menjual kopi mereka dalam bentuk biji. Mereka menggangap dijual dalam bentuk biji saja sudah menguntungkan

Nah, jika dijual dalam bentuk biji saja sudah menguntungkan, apalagi jika dikemas dalam produk lain yang bisa menambah nilai jual. Tentu hasilnya bisa berlipat.

Salah satu usaha untuk meningkat nilai jual komoditi kopi dilakukan oleh empat mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Mereka berinovasi membuat selai dari bahan baku kopi dan labu. Keempat mahasiswa itu adalah Jane Nathania, Carolina Hendrianto, Alvina Handoyo dan Lovina Aprilia Sugianto.

Mereka berempat terinspirasi membuat selai kopi untuk “menjembatani” para penggemar kopi yang tak punya waktu luang untuk seduh kopi. Selai kopi buatan mereka itu, tak hanya menjembatani hasrat ngopi saja, tapi sekaligus bisa mengenyangkan karena dibuat dari labu. Mereka namakan produk ini dengan 'Konvyt'.

"Zaman semakin kekinian, orang inginnya yang instan. Beberapa orang tidak punya waktu untuk menyeduh kopi. Makanya kami berinovasi menjadikan kopi sebagai produk makanan yang bisa dinikmati, mengenyangkan sekaligus merasakan sensasi kopi," kata Jane.

Bahan baku labu yang digunakan untuk membuat selai Konvyt Foto AmanahngopibarengidBahan baku labu yang digunakan untuk membuat selai Konvyt. Foto: Amanah/ngopibareng.id

Bahan baku labu dipilih, juga tanpa alas an. Kata Jane, dipilihnya bahan baku labu sebagai campuran selai ini karena labu mempunyai banyak manfaat. Selain dijadikan bahan masakan sayuran, labu juga memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh.

"Kami gunakan empat jenis labu, ada labu siam, labu air, labu kuning dan labu kabocha,” katanya.

Jane menambahkan, selain kaya akan manfaat, labu dipilih juga karena masih jarang yang memanfaatkan. Padahal, labu mempunyai kandungan nutrisi yang baik. Salah satunya yakni adanya vitamin A.

Selain labu dan kopi, bahan lain yang digunakan untuk pembuatan selai Konvyt ini adalah gula, serta pengental. Mereka menggunakan pengental CMC dan pektin. Kedua bahan ini memang bahan pangan yang biasa digunakan untuk membuat selai.

Atas keberhasilan ini, mereka berharap ke depan bisa memasarkan inovasi produk mereka ini. Namun sebelum melangkah ke pemasaran, beberapa hal yang harus dilakukan dulu.

"Salah satunya melakukan penelitian di laboratorium karena ini produk pangan. Kemudian kita juga harus melakukan proses perizinan terlebih dahulu," pungkasnya. (amm)

Penulis : Amanah Nur Asiah

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Apr 2020 17:48 WIB

Posko Mudik dan Pelayanan Covid-19 di Pelabuhan Ketapang

Jawa Timur

Posko mudik dan pelayanan Covid-19 didirikan di Pelabuhan Ketapang.

02 Apr 2020 13:08 WIB

Siapa Bilang Penyeberangan Jawa-Sumatera Ditutup?

Nusantara

Informasi mengenai ditutupnya pelabuhan Merak dan Bakauheni adalah hoaks.

26 Mar 2020 14:34 WIB

Ratusan Pemandu Wisata di Labuhan Bajo Menganggur

Timur Indonesia

Mereka menganggur akibat banyaknya pembatalan paket wisata ke Labuhan Bajo.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.