Ketua Harian KONI Jatim, M. Nabil. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

KONI Jatim Gelar Swab Massal Jelang Puslatda New Normal

Lain-lain 16 September 2020 13:20 WIB

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menggelar swab tes massal terhadap atlet, pelatih, mekanik yang masuk dalam skuad Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim.

Ketua Harian KONI Jatim, M. Nabil menyampaikan, swab tes massal ini dilakukan untuk memproteksi para semua yang tergabung dalam Puslatda agar dapat menjalani Puslatda New Normal (PNN) dalam kondisi yang sehat dan aman dari ancaman virus corona atau Covid-19.

“Mereka harus melakukan tes swab, kalau negatif baru bisa masuk dan berlatih dengan protokol kesehatan yang sudah kita buat,” kata Nabil ketika ditemui di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Rabu 16 September 2020 siang.

Apabila ada yang hasilnya positif, kata Nabil, maka akan langsung dilakukan isolasi sampai dinyatakan sembuh atau negatif sesuai ketentuan dari WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Tidak (dicoret) nanti merka kita isolasi sampai sembuh baru bisa ikut Puslatda. Itu konsep kita, yang penting masuk harus betul-betul dalam keadaan aman,” imbuh mantan Komisioner KPU Jatim itu.

Untuk lebih mengamankan, KONI Jatim telah membuat protokol kesehatan yang ketat. Semua yang masuk dalam skuad Puslatda dilarang keluar masuk dari mess dan tempat latihan, orang luar dilarang masuk dalam mess.

Selain itu, setiap hari harus melakukan pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker yang diganti secara berkala, kemudian mencuci tangan, menggunakan peralatan sendiri-sendiri.

“Kalau ada yang harus pindah tempat dari mess ke tempat latihan maka akan disiapkan mobil,” katanya.

Ia menjelaskan, PNN ini merupakan skema yang paling tepat di tengah kondisi pandemi saat ini. Program training from home (TFH) yang sebelumnya dilakukan dinilai sudah cukup lama dan kurang memberikan dampak positif yang besar.

Terlihat dari hasil tes kesehatan dan tes fisik yang dilakukan, terjadi peningkatan berat badan dan penurunan kondisi fisik.

“Berbeda dengan TFH karena tidak ada pertemuan langsung atlet dengan pelatih, kemudian atlet dengan atlet untuk sparing yang mematikan insting untuk mengalahkan lawan,” jelas politisi Partai Demokrat itu.

Ia berharap dengan skema yang dibuat dan fasilitas yang diberikan secara lengkap ini dapat dimanfaatkan untuk membenahi segala kekurangan yang ada, dan tetap bisa memberi prestasi di PON XX 2021 Papua.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Oct 2020 07:25 WIB

Beda Nasib Chelsea dengan Duo Manchester di Piala Liga Inggris

Liga Inggris

Chelsea tersingkir dari Piala Liga Inggris, duo Manchester sukses.

01 Oct 2020 06:50 WIB

Mobil Terbakar di Jalan Raya Jalur Kediri-Surabaya

Jawa Timur

Mobil terbakar mengakibatkan pengemudi terluka di bagian tangan.

01 Oct 2020 05:41 WIB

Lima Amalan Penting, Ini Sunah-sunah pada Hari Jumat

Islam Sehari-hari

Dari mandi junub hingga memakai wewangian

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...