Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un. (Foto: AFP)

Kondisi Terbaru Pemimpin Korut Usai Operasi Jantung

Internasional 21 April 2020 15:21 WIB

Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, dilaporkan dalam kondisi bahaya besar usai menjalani sebuah operasi. Informasi yang beredar menyebut Kim Jong-Un baru saja menjalani prosedur kardiovaskular pada awal bulan ini.

Kardiovaskular digunakan untuk menyebut penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, misalnya penyumbatan pembuluh darah.

Informasi ini mencuat di tengah spekulasi yang beredar soal kondisi kesehatan Kim Jong-Un setelah dia absen dari acara peringatan hari kelahiran kakeknya, Kim Il Sung, pada 15 April lalu, yang merupakan hari libur paling penting di Korut. Empat hari sebelumnya, dia terpantau menghadiri sebuah rapat pemerintahan Korut.

Dikutip dari Reuters, Selasa 21 April 2020, seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang memahami isu ini menyatakan otoritas AS sedang memantau informasi intelijen yang menyebut kondisi Kim Jong-Un dalam bahaya besar usai sebuah operasi.

Secara terpisah, laporan situs Daily NK yang sebagian besar dikelola oleh para pembelot Korut menyebut bahwa Kim Jong-Un kini tengah menjalani perawatan setelah melakukan prosedur kardiovaskular.

Sejumlah sumber di Korut menyebut, Kim Jong-Un kini sedang dalam masa pemulihan di sebuah vila di resort Gunung Kumgang setelah menjalani prosedur pada 12 April di sebuah rumah sakit di distrik Hyangsan.

Daily NK juga menyebut bahwa kondisi kesehatan Kim Jong-Un memburuk dalam beberapa bulan terakhir karena dia perokok berat, mengalami obesitas dan terlalu banyak bekerja.

"Pemahaman saya adalah dia berjuang (dengan gangguan kardiovaskular) sejak Agustus tahun lalu namun kondisinya memburuk setelah beberapa kunjungan ke Gunung Paektu," sebut sumber yang dikutip Daily NK, merujuk pada gunung paling sakral di Korut.

Laporan Daily NK menyebut Kim Jong-Un mulai masuk rumah sakit setelah menghadiri rapat politburo Partai Buruh Korea pada 11 April, yang menjadi kemunculan terakhirnya di publik.

Laporan-laporan ini belum dikonfirmasi oleh otoritas Korut. Diketahui bahwa mencari informasi dari Korut sangatlah sulit, terutama soal kondisi kesehatan pemimpin negara itu, karena ketatnya pengendalian alur informasi. Kementerian Unifikasi Korea Selatan yang mengurusi masalah kedua Korea, menolak berkomentar.

Informasi mengenai kondisi kesehatan Kim Jong-un adalah bahasan tabu di Korut. Pemerintah setempat mencoba menutupi serapat mungkin soal kesehatan sang pemimpin.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 23:15 WIB

10 Hari Lagi Rumput Standar FIFA untuk GBT Datang

Surabaya

Pemkot Surabaya sedang mempercepat pengerjaan renovasi GBT

07 Aug 2020 23:05 WIB

Dilarang Dangdutan di Kampanye Terbuka Pilkada 2020

Nasional

Peserta Pilkada 2020 terancam didiskualifikasi jika melanggar aturan.

07 Aug 2020 22:45 WIB

Sanchez Sindir MU Setelah Dipermanenkan Inter Milan

Liga Italy

Alexis Sanchez merasa diterima dengan baik sejak awal di Inter

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...