Pangeran Charles dan sang istri, Camilla. (Foto:

Kondisi Terbaru Pangeran Charles Usai Diisolasi Corona

Internasional 01 April 2020 00:15 WIB

Wabah virus corona (Covid-19) benar-benar tak pandang bulu saat menginfeksi siapapun. Tak hanya orang awam, sejumlah tokoh penting dunia pun juga terpapar pandemi ini. Tak terkecuali pewaris takhta Kerajaan Inggris, Pangeran Charles.

Pihak Clarence House secara mengejutkan mengumumkan hasil tes Covid-19 Pangeran Charles yang ternyata menunjukkan hasil positif. Pangeran Charles sendiri menjadi anggota keluarga Kerajaan Inggris pertama yang dikonfirmasi terinfeksi Covid-19.

Tim dokter Kerajaan Inggris menyebut bahwa sang Prince of Wales tertular pada 13 Maret lalu, meskipun hingga kini belum diketahui dari mana ia mendapatkan virus tersebut.

Ayah Pangeran William dan Harry itu langsung menjalani isolasi di Istana Balmoral, Skotlandia Timur. Sedangkan sang istri, Camilla, juga ikut menjalani isolasi meskipun hasil tes Covid-19 Duchess of Cornwall itu dinyatakan negatif.

"Camila, Duchess of Cornwall, juga menjalani tes tapi dia dinyatakan negatif," kata pihak Clarence House.

Kini, laporan terbaru menyebut bahwa Pangeran Charles sudah melewati masa karantinanya. Pihak Clarence House menyatakan bahwa Prince of Wales tersebut tak lagi dikarantina setelah gejala yang dialaminya menurun. Mereka juga mengatakan bahwa Pangeran Charles sekarang dalam kondisi sehat.

"Setelah berkonsultasi dengan dokter, Clarence House mengkonfirmasikan Pangeran Wales sekarang berada di luar isolasi diri," jelas Clarence House.

Admin Instagram Clarence House juga membagikan foto Pangeran Charles, mereka menyebut sang Prince of Wales sangat berterima kasih atas doa yang diberikan oleh publik untuk kesembuhannya.

"Terima kasih atas pesan 'semoga cepat sembuh' yang diberikan kepada Yang Mulia. Ia sangat tersentuh membaca pesan baik dari Anda semua," tulis keterangan unggahan tersebut.

Camilla pun buka suara perihal keputusannya untuk tetap berada di sisi sang suami dan merawatnya. "Ini adalah waktu yang sulit bagi semua orang, karena kita semua diminta untuk tinggal di rumah agar tetap aman. Tetapi bagi sebagian dari kalian hal itu terasa lebih sulit, karena rumah bukanlah tempat yang aman," tulis Camilla.

"Saya hanya bisa membayangkan bahwa diminta untuk tinggal di sana mungkin terasa sangat mengasingkan dan menakutkan bagi kalian dan keluarga kalian. Ini mungkin berarti menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang yang merugikanmu," lanjutnya.

“Jika kalian tidak dapat meninggalkan rumah, kalian dapat menghubungi Saluran Bantuan Penyalahgunaan Domestik Nasional atau menghubungi salah satu badan amal domestik. Harap tetap aman dan dapatkan bantuan," pungkas Camilla.

Inggris sendiri memang terus mengalami jumlah kenaikan kasus positif corona yang signifikan. Hingga kini, tercatat ada 22,141 kasus positif corona, di mana 1,408 pasien meninggal dan 135 di antaranya dinyatakan sembuh.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 May 2020 23:54 WIB

PUPR Imbau tak Mudik Lewat Video Pendek

PUPR

Kementerian PUPR minta warga tak mudik.

25 May 2020 23:20 WIB

Covid-19, Amerika Serikat Tolak Pengunjung dari Brazil

Internasional

Aturan mulai berlaku per 28 Mei 2020.

25 May 2020 22:45 WIB

Empat Pemudik dan Dua Nakes di Probolinggo Positif Covid-19

Jawa Timur

Jumlah kasus di Probolinggo bertambah jadi 83 orang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.