Kondisi Aiptu Agus Membaik, Khofifah: Waspadai Aksi Teroris

18 Aug 2019 22:30 Surabaya

Kondisi kesehatan Aiptu Agus Sumarsono, anggota Polsek Wonokromo Surabaya, korban penyerangan terduga teroris yang dirawat di RS Bhayangkara terus membaik.

Kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, korban menjalani operasi penutupan luka selama 5 jam sejak Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 20.00 WIB hingga Minggu, 18 Agustus 2019 dini hari pukul 01.00 WIB.

"Korban sempat dirawat di Rumah Sakit RKZ Surabaya lalu dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim," katanya, Minggu. 18 Agustus 2019 malam.

Usai operasi, lanjut Barung, kondisi Aiptu Agus Sumarsono terus membaik. "Responnya bagus, namun belum bisa bicara karena luka di bagian pipi masih baru ditutup," katanya.

Aiptu Agus Sumarsono menjadi korban serangan pembacokan oleh IM, 30 tahun, warga Sumenep, Madura yang diduga teroris Sabtu sore di SPKT Polsek Wonokromo.

Pelaku semula berpura-pura akan melapor, namun tiba-tiba menyerang dengan senjata tajam berupa celurit. Aiptu Agus Sumarsono lantas berteriak meminta tolong rekannya dan pelaku pun dapat dilumpuhkan.

Atas serangan tersebut, Aiptu Agus Sumarsono mengalami luka di bagian tangan, kepala bagian belakang, dan pipi kiri. Sementara, Briptu Febian yang ikut melumpuhkan pelaku mengalami luka lebam di wajahnya. Polisi mengamankan tas pelaku penyerangan tersebut.

Dalam tas pelaku, polisi menemukan sejumlah benda, seperti senjata tajam, ketapel dengan peluru kelereng, air soft gun, makanan, dan kertas yang dipenuhi banyak logo ISIS.

Sementara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau kepada seluruh warga Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan terkait aksi terorisme.

"Saya mengajak semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme," kata Khofifah usai menjenguk Aiptu Agus Sumarsono, korban serangan terduga teroris di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya.

Menurut Khofifah, serangan pelaku terorisme di polsek dan melukai satu orang polisi bisa saja memicu tindakan yang lebih besar.

"Jangan dilihat polsek dan korbannya yang hanya 1 orang, karena bisa saja memicu aksi lainnya. Karena itu waspada itu penting," kata Khofifah.

 

Khofifah juga meminta seluruh instansi mengaktifkan kamera pemantau atau CCTV. Menurut Khofifah, kamera pemantau sangat penting untuk kepentingan pihak kepolisian dalam rangka proses mengungkap fakta kejadian. (wit/ant)