Komunitas Rumah De Giri menyerahkan bantuan pada sejumlah pengemudi ojek online atau ojol. (Foto: Muh Hujaini/Ngopibareng.id)

Komunitas Pemuda Bantu Ojek Online Terdampak Social Distancing

Jawa Timur 01 April 2020 20:27 WIB

Salah satu elemen masyarakat yang merasakan dampak dari social distancing adalah pengemudi ojek online (ojol). Penghasilan mereka turun drastis sejak merebaknya Covid-19. Menyikapi hal ini komunitas anak muda yang tergabung dalam Rumah Demokrasi Gagasan dan Inspirasi (De Giri) tergerak untuk membantu para pengemudi ojek online. Komunitas ini juga memberikan edukasi tentang pencegahan Covid-19.

"Kami dari rumah De Giri mengadakan bakti sosial untuk berbagi hal-hal yang positif kepada masyarakat terutama mereka yang harus keluar rumah bekerja mencari nafkah jadi seperti teman-teman ojek online," jelas Erik Trisdiantana, salah satu anggota komunitas Rumah De Giri, Rabu, 1 April 2020.

Komunitas ini mendatangi pangkalan ojek online. Bantuan yang diberikan berupa nasi bungkus, jamu, minuman herbal dan hand sanitizer untuk membersihkan tangan selama mereka menjalankan aktivitasnya di jalanan.

"Kita akan melakukan aksi selama satu minggu. Kalau hari ini mungkin ojek online yang ada di pangkalan sekitaran di sini. Mungkin besok sopir angkot atau yang lainnya. Acara kita mungkin sampe satu minggu ke depan," jelasnya.

Selain memberikan bantuan makanan dan minuman, komunitas ini juga memberikan edukasi kepada para pengemudi ojek online untuk tetap menjaga jarak satu dengan yang ketika mangkal. Para pengemudi ojol juga dihimbau sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

"Kita ingin mengajak masyarakat yang kategori mampu, ayolah kita berbagi hal yang positif kepada temen temen yang tetap harus bekerja diluar rumah dalam kondisi seperti sekarang ini," ujarnya.

Sejumlah pengemudi ojek online mengaku senang ada yang peduli dengan kondisi para pengemudi ojek online. Mereka mengaku penghasilannya turun drastis sejak adanya pandemi Covid-19. Saat ini dalam sehari mereka hanya bisa mendapatkan dua order saja. Padahal normalnya mereka setidaknya bisa menerima 15 order per harinya.

"Padahal motor masih kredit. Kami bingung mau mencari tambahan penghasilan yang lain," ungkap Fandi Setiawan, 27 tahun, salah seorang pengemudi ojek online.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

03 Jun 2020 19:25 WIB

KH Said Aqil: Penyelenggara Haji Seharusnya Makin Cerdas

Reportase

Disampaikan pesan aktual PBNU

03 Jun 2020 19:22 WIB

Wawali Surabaya ODP, Ketua DPRD Minta Pemkot Fasilitasi Tes Swab

Surabaya

Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana akan menjalani swab.

03 Jun 2020 19:10 WIB

ABK Kapal di Pelabuhan Tanjungwangi Ikuti Rapid Test Massal

Jawa Timur

Rapid test dilakukan Pelindo III.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...