Ilustrasi penjualan sembako (foto: Hujaini/ngopibareng.id)

Komunitas 98 Peduli Berbagi Sembako Berbasis Tetangga

Human Interest 23 April 2020 11:48 WIB

Semangat gotong royong masyarakat Indonesia tak perlu diragukan lagi. Selama Pandemi Covid-19 ini, berbagai elemen masyarakat menyisihkan hartanya untuk membantu sesama. Ada yang dalam bentuk uang tunai, sembako, masker dan lain sebagainya.

Ada salah satu konsep pembagian sembako yang cukup menarik. Yakni konsep "Pembagian Berbasis Tetangga". Pembagian model ini dilakukan kelompok masyarakat 98 Peduli. Nama 98 merupakan representasi dari anggota yang seluruhnya lulus SMA pada tahun 1998.

"Jadi konsep ini dilakukan dengan cara masing-masing anggota mendata tetangganya yang tidak mampu dan layak untuk diberikan bantuan," kata Koordinator 98 Peduli di Banyuwangi, Ary Adhitya, Kamis, 23 April 2020.

Ary Adhitya menyebut, dana didapatkan dari iuran spontanitas dan sukarela anggota. Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan untuk membeli sembako dan masker kain.

"Ada juga teman kita yang mendonasikan baju Hazmat untuk rumah sakit rujukan Covid-19 di Banyuwangi," katanya.

Hasil donasi 98 Peduli ini tidak hanya dibagikan di wilayah Banyuwangi saja. Tetapi juga di sejumlah kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Jember. Masing-masing wilayah ada koordinator yang juga alumni 98.

"Khusus sembako hanya dibagikan di wilayah Banyuwangi saja. Di sinilah kita terapkan konsep pembagian berbasis tetangga," katanya.

Dengan konsep ini, Ary Adhitya berharap sembako yang dibagikan bisa benar-benar tepat sasaran. Karena yang mendata dan yang membagikan dari anggota kelompok 98 Peduli yang juga tinggal di tempat yang sama.

"Kami berharap bantuan kami bisa sedikit membantu meringankan kebutuhan tetangga yang terdampak Covid-19," katanya.

Pembagian masker sudah dilakukan sejak Minggu, 19 April 2020. Diawali di Kota Surabaya dan Sidoarjo. "Untuk Banyuwangi sudah kita bagikan mulai kemarin, dan kita lanjutkan hari ini," katanya.

Penulis : Muh Hujaini

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

24 Sep 2020 07:17 WIB

NU Harus Mulai Program Ekonomi, Wapres: Manfaatkan Teknologi

Khazanah

Revolusi Teknologi tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan

24 Sep 2020 07:01 WIB

Tunda Gelar Muktamar Ke-34, Ini Agenda Resmi PBNU

Khazanah

Keputusan Konbes Nahdlatul Ulama secara daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...