Randy Trihamboko saat meracik kopi moktail di depan para juri (Foto: Pita/ngopibareng.id)
Randy Trihamboko saat meracik kopi moktail di depan para juri (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Kompetisi Kopi Coktail, Adu Komposisi antara Kopi dan Alkohol

Ngopibareng.id Coffee & Resto 01 October 2019 17:46 WIB

Memperingati hari kopi internasional pada 1 Oktober 2019. Hotel Novotel Samator Surabaya mengelar kompetisi 'Kopi Coktail' yang bertajuk Surabaya Coffee in Good Spirit, untuk para barista dan bartender.

Diikuti sebanyak 40 peserta dari Surabaya, Malang, Semarang hingga Bali. Kompetisi ini merupakan kompetisi kopi Coktail pertama di Jawa Timur.

Fajar Hermawan food and beverages manager mengatakan, kopi coktail merupakan suatu minuman yang bebahan dasar kopi dan juga mengandung alkohol.

"Coktail kan minuman beralkohol, kopi ya kopi. Kopi coktail memadukan keduanya, hanya kadar kopinya tidak lebih dari 30 mililiter dan harus menggunakan kopi espresso," kata Fajar Herwaman kepada medi, Selasa, 1 Oktober 2019.

Kompetisi ini, lanjut Fajar menyatukan bartender dan barista untuk mereka saling bertukar ide dan inovasi dalam meracik kopi coktail. Karena ajang untuk mewadahi kedua profesi ini sangat jarang dilakukan.

"Mereka (bartender dan barista) kan berhubungan mau tidak mau mereka harus sharing bagaimana kandungan yang pas untuk kopi coktail dan sebaliknya," jelas Fajar.

Randy setalah menuntaskan kompetisi meracik kopi coktail Foto PitangopibarengidRandy setalah menuntaskan kompetisi meracik kopi coktail. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Ia berharap, ajang kompetisi ini menjadi wadah untuk bartender dan barista meningkatkan kemampuannya dalam meracik minuman, khususnya kopi coktail.

Dalam kompetisi ini setiap peserta diberi waktu 10 menit untuk membuat minuman kopi coktail yang akan dihindangkan pada juri.

Peserta nomor 2, Randy Trihamboko seorang bartender salah satu cafe di Surabaya menuturkan, tantangan dalam kompetisi ini ialah membuat racikan antara alkohol dan kopi menjadi seimbang.

"Karena baru pertama kali ikut, tadi kesulitannya menemukan kadar yang pas agar minumannya balance tapi rasanya tetap berbeda dengan yang lain," kata pria asal Surabaya ini.

Kata Randy, keikutsertaanya dalam kompetisi ini tentu saja untuk mengasah kemampuan serta memperluar jaringan antara bartender dan barista di Jawa Timur.

Kriteria dalam kompetisi ini antara lain, teknik peyajian minuman, kadar alhkohol dan kopi serta rasa yang tercipta dari perpaduan dua jenis minuman itu. 

Penulis : Pita Sari

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Oct 2019 18:46 WIB

Hari Kopi Internasional

Ngopitainment

Budaya minum kopi populer abad ke-15, hingga akhirnya ke cangkir kopi kita hari ini.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...