Komandan Lanud Muljono, Kolonel Pnb Budi Ramelan, saat menghadiri tasyakuran HUT Prov Jatim di Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu, 12 Oktober 2019. (Foto: Faiq/ngopibareng.id)

Komandan Lanud Muljono: Perbuatan FS Termasuk Pelanggaran Berat

Nasional 12 October 2019 22:30 WIB

Komandan Lanud Muljono Surabaya, Kolonel Pnb Budi Ramelan mengatakan tindakan FS, istri dari Peltu YNS merupakan pelanggaran berat.

"Ada aturan yang mengatur disiplin anggota dan keluarganya. Saya lupa nomernya. Ini termasuk pelanggaran berat," katanya saat menghadiri tasyakuran HUT Provinsi Jatim ke-74 di Gedung Negara Grahadi, Sabtu, 12 Oktober 2019.

Meski demikian, lanjut Budi, terkait sanksi yang diberikan terhadap Peltu YNS masih menunggu instruksi dari pimpinan di pusat. Saat ini Peltu YNS telah dibebastugaskan dari jabatannya dan ditahamn di POM AU.

"Iya, yang bersangkutan langsung kita tindaklanjuti di POM maupun PAM. Ini merupakan arahan dari Terus arahan dari pimpinan kita tindaklanjuti. Untuk istrinya dilimpahkan ke Polres Sidoarjo dari kemarin," katanya.

Budi menambahkan, Satpomau masih menunggu arahan dari pimpinan terkait tindak lanjut status Peltu YNS. "YNS Dibebastugaskan sambil menunggu keputusan pimpinan. Mungkin secepatnya akan diputuskan," katanya.

Saat ditanya ancaman sanksi, Budi enggan berkomentar. "Soal dipecat atau dicopot, itu menjadi kewenangan pengadilan militer. Kita hanya menjalankan instruksi saja. Kalau memang putusannya dipecat ya harus dipecat," katanya.

Menanggapi istri YNS, yang juga pengunggah ujaran kebencian dalam status facebook, Budi mengatakan diserahkan ke polisi, karena bukan anggota TNI. "Yang bersangkutan saudari FS ini kan masyarakat umum, meski dia anggota Persit," katanya.

Budi juga mengimbau kepada seluruh anggota TNI AU di jajaran Lanud Muljono Surabaya untuk bijak dalam menggunakan media sosial. "Kita selalu sosialisasikan agar seluruh anggota dalam posisi netral. Jadi kita tak memihak siapapun itu sudah ada aturannya. Itu selalu diingatkan setiap bulan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Peltu YNS terpaksa harus dicopot dari jabatannya dan ditahan di Pom AU karena ulah istrinya yang mengunggah status nyinyir di media sosial (facebook) terkait peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto oleh anggota jaringan teroris di Pandeglang. 

FS mengunggah status FB "Jgn2 ini cma dramanya si wir...buat pengaihan isu jelang pelantikan, tp kalo bnr ada penusukan...mudah2an si penusuknya baek2 aja dan slmat dr amukan polisi, buat yg ditusuk smoga lancar kematiannya," tulis FS. 

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

15 Jul 2020 02:36 WIB

Whisnu Sampaikan Bela Sungkawa atas Wafatnya Kepala Bappeda Jatim

Jawa Timur

Pemkot turut berduka atas kepergian Kepala Bappeda Jatim

14 Jul 2020 20:53 WIB

Kepala DP5A Meninggal, Ketua DPRD Surabaya: Beliau Wanita Handal

Surabaya

Awi mengaku terpukul atas kepergian Chandra

14 Jul 2020 19:15 WIB

Pantau Penanganan Corona, Kapolda Jatim Akan Ngantor di Polsek

Surabaya

Polsek-polsek yang akan disambangi khusus di Surabaya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...