Koleksi Buku Perpustakaan Tak Kembali dari Tangan Pembaca

05 Apr 2019 10:30 Ngopibareng Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menghitung rata-rata pertahun ada 2-5 persen dari jumlah koleksi buku di perpustakaan umum tidak kembali.

Yusmiarto Eben, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan mengatakan, selain masih rendahnya tingkat peminjaman buku di Perpustakaan daerah, pihaknya menyayangkan masih banyaknya koleksi buku yang tidak kembali.

"Sebagai buktinya, pada tahun 2018 kemarin, tercatat ada kurang lebih 100 buku yang tidak dikembalikan lagi oleh peminjam," ungkapnya.

Petugas perpustakaan daerah sendiri sudah melakukan upaya agar buku yang dipinjam bisa kembali. Namun masalah buku yang dipinjam tidak kembali ini memang hampir terjadi di semua perpustakaan umum.

“Kalau di Kabupaten Pasuruan rata-rata masih dibawah 1 persen buku yang tidak kembali setelah dipinjam. Tahun ini terus turun dari tahun sebelumnya dan tahun 2018 kemarin hanya sekitar 100 eksemplar,” ungkap Yusmiarto Eben.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, Yusmiarto Eben mengatakan buku yang tidak kembali cenderung menurun. "Tahun sebelumnya bisa 200-300 buku. Dan di tahun 2018 sudah turun kendati tetap saja ada yg belum kembali," sambung dia.

Pihak perpustakaan sendiri sudah melakukan preventif dengan mengizinkan warga Pasuruan atau warga luar yang status belajar yang bisa meminjam. Sehingga bisa mudah diingatkan lewat telepon atau mendatangi rumahnya.

"Meskipun untuk penagihan buku kadang masih terkendala SDM juga, tapi kita juga ada sanksi jika peminjam terlambat mengembalikan ada di sanksi tidak bisa meminjam selama durasi keterlambatan," terang Yusmiarto Eben.

Perpustakaan daerah di Kabupaten Pasuruan berjumlah 8 unit yang berada di Bangil, Rembang, Pandaan, Purwosari, Gondangwetan, Grati, Nguling, dan Tosari. Dari masing-masing perpustakaan jumlah koleksinya rata-rata mencapai 15 ribu buku.

"Dihimbau kepada masyarakat yang meminjam dan belum mengembalikan koleksi bisa segera mengembalikan, agar buku tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengunjung lain," pesan Yusmiarto Eben. (emil)

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini