Nisha Rao, Transgender pertama yang menjadi pengacara di Pakistan. (Twitter)

Kisah Sukses Transgender jadi Pengacara di Pakistan

27 Nov 2020 13:45

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Nisha Rao, usia 27 tahun, kini dikenal sebagai transgender pertama yang berprofesi sebagai pengacara, di Pakistan. Seperti banyak transgender di negaranya, ia sempat menjadi pengemis di jalanan, sebelum berhasil menjadi pengacara dan berjuang di pengadilan. Kisahnya banyak menginspirasi kelompok marginal di Pakistan.

"Saya bangga menjadi pengacara transgender pertama di Pakistan," kata Rao kepada Reuters.

Ia mengingat, hidupnya sebagai transgender sungguh berat. Meski parlemen telah meloloskan undang-undang yang mengakui transgender sebagai warga negara dengan hak yang setara sebagai warga sipil di tahun 2018, serta melindungi mereka dari diskriminasi dan kekerasan.

Kehidupan transgender tak jauh dari korban kekerasan seks dan berakhir menjadi pekerja di sektor hiburan seperti penari di pernikahan, atau menjadi pengemis di jalanan.

Rao sempat menjadi pengemis setelah lari dari keluarga kelas menengahnya, di Kota Lahore, ketika berusia 18 tahun. Ia kabur bersama dua transgender lainnya.

Tiba di Karachi, Rao bertemu dengan transgender lain, yang mengajaknya menjadi pekerja seksual untuk bertahan hidup.

Ia lantas menjadi pengemis, berdiri di bawah lampu merah, namun bertekat untuk keluar dari kehidupan itu, dengan menabung pendapatannya. Di malam hari, ia bisa membayar kelas hukumnya menggunakan pendapatan dari mengemis.

Setelah beberapa tahun, Rao mendapatkan gelar sarjana hukumnya, serta mendapatkan linsesi sebagai pengacara awal tahun ini. Ia kini bergabung dengan Asosiasi Bar Karachi.

Ia pun telah memperjuangkan sedikitnya 50 kasus dan bekerja bersama organisasi nirlaba untuk memperjuangkan hak transgender. Namun, ia juga melayani klien non transgender yang membutuhkan bantuannya.

Sensus tahun 2017 menghitung terdapat 10.418 transgender dari 207 juta orang di negara tersebut. Namun, kelompok Aksi Donasi Transgender Pakistan memperkirakan terdapat sedikitnya 500 orang transgender di Pakistan.

Kisah sukses Rao menginspirasi transgender lain yang masih di jalanan. Sejumlah rekannya, transgender di jalanan, masih mengingatnya sebagai transgender yang bernasib lebih baik, dan masih menjalin komunikasi dengan mereka.

Namun, cita-cita Rao tidak berhenti hanya sekadar menjadi pengacara. "Cita-cita saya ingin menjadi hakim transgender pertama di Pakistan," tegasnya. (Rtr)