Masjid Nabawi dalam suasana malam. (Foto: Istimewa)

Kisah Rasulullah, Hanya Cinta yang Memadamkannya

28 Oct 2020 07:07

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

KH Husein Muhammad menemukan sebuah buku berjudul "Insaniyyat Muhammad", Kemanusiaan Muhammad, tulisan Khalid Muhammad Khalid. Begini satu kisah yang dibacanya:

Suatu hari seseorang laki-laki datang menemui Nabi. Dia belum pernah melihat wajah Nabi. Dia hanya mendengar nama Muhammad dan mendengar kabar bahwa Muhammad menghina Tuhan-tuhan kabilah Quraisy dan kabilah-kabilah yang lain.

Dia juga sering mendengar tuduhan-tuduhan yang tak tak berdasar terhadap beliau. "Muhammad itu si gila, dukun, tukang sihir, dan sehenisnya".

Orang tadi ingin menemui Nabi. Ia kemudian menuju Makkah dengan membawa pedang yang sudah diasah tajam dan bersumpah akan mempertaruhkan nyawanya dengan Muhammad. Ia bertanya- tanya kepada setiap orang yang ditemuinya di sana di mana Muhammad dan bagaimana wajahnya.

Begitu bertemu orang yang dipanggil Muhammad darahnya mendidih, kata-kata kasar dan penuh caci maki berhamburan dari mulutnya. Mendengar itu semua Nabi hanya tersenyum saja. Tetapi senyum itu mengembuskan cahaya, dan cahaya itu menerobos jantung laki-laki tadi. Senyum itu meluluhkan hati keras laki-laki itu.

Beberapa menit kemudian hati laki-laki itu galau, berkecamuk dan berubah. Kebengisan berubah menjadi kelembutan, kemarahan berubah menjadi simpati dan cinta. Ia lalu menjatuhkan diri di kaki dan pelukan Nabi, sambil menangis tersedu-sedu.

Manakala telah tenang, dia berkata :

والله لقد سعيت اليك وما على وجه الارض ابغض الي منك. وأنى لذاهب الآن عنك, وما على وجه الارض احب الي منك

“Wahai Muhammad, demi Tuhan aku berusaha menemuimu. Saat itu tak ada orang di muka bumi ini yang paling aku benci, kecuali engkau. Tetapi kini aku berbalik. Tak ada orang yang paling aku cintai kecuali engkau”.

Ada apa gerangan dengan Nabi sehingga ia begitu mudah mampu membalik perilaku orang, dari benci dan dendam kesumat menjadi cinta menggelora?. Tidak ada apapun kecuali karena dia (Nabi) mencintai laki-laki itu dengan seluruh hatinya.

محمد لا يتكلف الحب بل لا يبذله انما يبذل الحبُ عند محمدنفْسَه

Muhammad tidak berpura-pura mencintai. Tetapi cinta yang melekat di dalam diri Nabi lah yang menaklukkan jiwa laki-laki itu.

Khalid Muhammad Khalid mengatakan :

وقلب محمد مفتوح دائما لكل الناس – الاصدقآء والاعدآء

“Hati Muhammad selalu terbuka bagi semua orang : para sahabatnya dan para musuhnya”.

Betapa indahnya pribadi itu. Shallallah alaih wa 'ala Alihi wa Ashabih wa Ahli Baitih. (27.10.2020)