Gelandang Persebaya, Aryn Williams. (Foto: Persebaya.id)
Gelandang Persebaya, Aryn Williams. (Foto: Persebaya.id)

Kisah Paskah Gelandang Persebaya dari Australia

Ngopibareng.id Liga Indonesia 13 April 2020 18:45 WIB

Gelandang asing Persebaya Surabaya, Aryn Williams menikmati perayaan Paskah di negara asalnya, Australia, pada Jumat 10 April 2020 lalu. Paskah berlangsung saat dunia diguncang virus corona, termasuk negeri berjuluk kangguru itu.

Aryn mengaku, perayaan Paskah tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Ia tidak bisa menikmati masa-masa libur ke luar bersama keluarga. Ia hanya berdiam diri di rumah bersama keluarga.

“Paskah yang berbeda tahun ini dengan semua yang terjadi karena adanya virus corona. Ini adalah waktu keluarga dan kebahagiaan. Saya berharap semua orang membuat yang terbaik dari situasi ini,” kata Aryn, Senin 13 April 2020.

Selama berada di rumah, Aryn dapat menikmati makan siang bersama keluarga besar dan memainkan berbagai permainan. Bahkan, momen ini yang ia tunggu-tunggu setiap tahunnya.

Sebab, Aryn yang bergabung dengan Persebaya Surabaya akan lebih banyak menghabiskan waktu di Kota Pahlawan, sehingga sedikit waktu luang dimanfaatkan untuk pulang kampung berkumpul dengan keluarga besarnya.

“Saya senang keluarga dan teman saya aman dan sehat yang menjadikan ini paskah yang istimewa bagi saya dan keluarga saya,” ungkapnya.

Dengan adanya pandemi ini, Aryn berharap agar kondisi ini bisa segera usai dan sudah tidak ada lagi korban meninggal dunia. Ia pun ingin kembali bisa bergabung bersama 'Bajul Ijo' untuk berlatih dan bertanding kembali di Liga 1 2020.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

20 Jan 2021 09:33 WIB

Satgas Covid-19: Chip dalam Vaksin adalah Berita Bohong

Nasional

Satgas tegaskan bahwa vaksin covid-19 tidak memiliki chip atau kode.

20 Jan 2021 09:17 WIB

Daripada Politik, Perang Lebih Mudah! Ini Fakta, Lho...

Humor Sufi

Humor Politik di tengah masa pandemi Covid-19

20 Jan 2021 08:50 WIB

DPR RI: Bencana Alam Jangan Dijadikan Proyek dan Ladang Korupsi

Nasional

Kasus rebutan bantuan oleh korban bencana preseden buruk penanganan bencana

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...