Nasrul Wardi warga Lombok Barat. (Foto: BPJS Kesehatan)

Kisah Guru Berbagi JKN-KIS

BPJS Kesehatan 06 March 2020 19:58 WIB

Guru adalah pendidik, pembimbing dan pengayom bagi murid – muridnya. Menjadi seorang guru adalah suatu bentuk ibadah dan profesi yang mulia karena dapat memberikan pengetahuan bagi muridnya. Menjadi seorang guru tidaklah mudah karena dihadapkan dalam situasi yang harus mengikuti perkembangan zaman era sekarang yang serba digital dan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Di usianya yang menginjak 57 tahun Nasrul Wardi warga Lombok Barat ini telah menjalani puluhan tahun mengajar sebagai guru sekolah dasar di Lombok Barat. Entah sudah berapa ratus bahkan berapa ribu orang yang telah berhasil ia didik.

Di usianya kini yang sudah tidak muda, Wardi sapaannya tidak pernah mengeluh bahkan terus semangat menjalani kehidupannya. Wardi saat ditemui oleh tim jamkesnews menceritakan rahasia semangatnya. “Selalu bersyukur dan berbagi,” ungkap Wardi tersenyum.
Wardi pun bercerita jika ia bersyukur telah menjadi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) karena di era sekarang biaya pelayanan kesehatan serba mahal. Masyarakat kini merasa terlindungi kesehatannya dengan Program JKN-KIS, hal ini dituturkan oleh seorang guru sekolah dasar di Lombok Barat. Menurut Wardi Program JKN-KIS adalah program yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat Indonesia, ia pun bercerita pernah menggunakan JKN-KIS saat membutuhkan kaca mata karena seiring usianya yang bertambah kemampuannya untuk melihat juga semakin berkurang, pada Senin, 2 Maret 2020.
“Seiring usia saya yang semakin bertambah membuat penglihatan saya sedikit kabur, sehingga sedikit mengganggu aktifitas saya, akhirnya saya ke optik untuk membuat kaca mata waktu di optik allhamdulillah JKN-KIS saya bisa menggunakan JKN-KIS saya disana,” ujar Wardi.
Guru yang selalu disegani muridnya ini mengungkapkan rasa syukurnya karena selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT, walaupun ia jarang menggunakan JKN-KISnya ia merasa bersyukur karena bisa berbagi kepada sesama.
“Saya tidak merasa keberatan dengan iuran yang tiap bulan dibayarkan karena Allhamdulillah saya masih diberikan kesehatan, selain itu iuran yang saya bayarkan dapat digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Banyak masyarakat sekarang yang tertolong dengan adanya Program JKN-KIS ini. Saya berharap JKN-KIS ini tetap ada dan terus ada,” tutup Wardi.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Jul 2020 01:39 WIB

Tiga Jurus Sukses Negara ASEAN Tangani Covid-19

Jawa Timur

Kata akademisi dari Universitas Jember.

14 Jul 2020 00:37 WIB

Data, 3.000Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19

Internasional

Data dari Amnesty International.

13 Jul 2020 23:07 WIB

Perangkat Desa di Gresik Dipolisikan Karena Cabuli Bocah Yatim

Kriminalitas

Kasus ini diketahui ketika tersangka melamar korban.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...