Desainer Surabaya Kenalkan Kimono Zero Waste Lifestyle

30 Mar 2019 03:12 Entertainment

Desainer asal Surabaya, Emran Nawawi memperkenalkan gaya hidup zero waste kepada masyarakat Surabaya melalui desain Kimono yang berbahan tekstil tanpa membuang bagian-bagian sama sekali. 

"Zero waste lifestyle artinya membuat pakaian dengan tidak menyisahkan bahan sama sekali. Dalam membuat baju, biasanya sisa kain potongan leher maupun potongan bahu menjadi sampah yang tidak bisa dipakai lagi," ujar Emran, Jum'at 29 Maret 2019 di Best Western Papilo Hotel.

Emran menambahkan, kesulitan bagi para desainer untuk membuat pakaian zero waste adalah teknik dan model yang tak bisa beragam.

"Dalam zero waste, teknik membuat pola dan model masih menjadi kendala bagi para desainer, karena bahan harus terpakai semua. Kadang modelnya juga itu-itu saja," kata Emran.

Emran pun mempraktekan cara membuat Kimono zero waste. Untuk lelaki akan dibuat model kimono asli. Sementara untuk perempuan dibuat model kebaya Kimono.

"Untuk cara pembuatan hampir sama. Pertama, siapkan kain dengan ukuran dua meter lalu lipat menjadi persegi dan gunting," kata Emran.

Setelah itu, lanjut Emran, melakukan pengukuran pada lingkar dada, lebar bahu dan tinggi badan untuk menentukan ukuran potongan Kimono.

"Setelah diukur tinggal membuat lengan lalu dijahit. Untuk bagian kerah atau leher, kita pakai model obi yang dijahit di baju Kimono. Lalu ada kain sisa lagi, kita buat obi untuk ikat pinggang kimono," katanya. 

Para model memperkenalkan kimono buatan desainer asal Surabaya Emran Nawawi dalam workshop zero waste lifestyle Foto Pitangopibarengid
Para model memperkenalkan kimono buatan desainer asal Surabaya, Emran Nawawi dalam workshop zero waste lifestyle. (Foto: Pita/ngopibareng.id)

Selain itu, untuk mempercantik tampilan kimono juga dibuatkan aksen drapery (dibentuk dari sebuah kain yang disatukan dan memiliki efek bertingkat di baju).

Dari kain dua meter yang dipakai pada setiap model tidak tersisa. Sisanya hanya kain karena potongan dari toko tidak rata. Itu pun akan dibakar dan dijadikan hiasan di aquarium Hotel Papilio.

"Jadi benar-benar tidak ada yang terbuang begitu saja," katanya.

Emran menambahkan, untuk membuat satu Kimono zero waste lifestyle hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

"Kalau mau coba di rumah juga sangat bisa, karena hanya membutuhkan kain sesuai ukuran tubuh, benang, jarum dan gunting," katanya.

Emran menambahkan, sebenarnya tidak hanya Kimono yang bisa dibuat zero waste lifestyle tapi juga model pakaian lainnya sepeti pakaian casual.

"Pada dasarnya semua model pakaian bisa dibuat zero waste lifestyle tergantung kreativitas dari desainer saja. Intinya tidak menyisakan sampah tekstil," kata Emran.

 

Empat kimono zero waste lifestyle yang berhasil dibuat dalam acara ini akan dipamerkan dalam fashion show pada 30 Maret 2019. Acara pameran ini merupakan rangkaian acara Earth Hour 2019 yang diselenggarakan Hotel Papilio Surabaya. (pts)

Penulis : Pita Sari
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini