Kikil Sapi, Kikilnya Empuk, Kuahnya Sueger, Neng Endi Hayo...

09 Nov 2018 08:41 Kuliner

Pengin makan lontong kikil tanpa rasa enek? Neng endi yo... emm kasih tahu enggak ya...
 
Ah, kasih tahu sajalah. Sebab berbagi itu indah. Bener kan. Coba deh lontong Kikil Sapi Waru Jaya. Sueger, juga tidak enek karena larutan lemak.
Di mana itu? Di perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Kalau wilayahnya sih masuk Sidoarjo. 
 
Tak jauh dari bundaran Waru. Tak jauh juga dari pintu keluar bus AKAP Terminal Bungurasih. Kalau dari arah Surabaya, putar balik dulu di bawah flay over setelah pabrik paku. Kalau dari arah Sidoarjo lampu seint ke kiri setelah fly over iti. 
 
Tulisannya guede kok. Jadi tanpa kacamata seperti bisa kebaca jelas. Pokoknya, sebelum pintu keluar bus AKAP itu.
Sajian lontong kikil sapi ala Waru Jaya tidak seperti lontong kikil di tempat lain. Selain daging kikilnya empuk, kuahnya pun segar. Tidak kental. Ini yang membuat banyak orang jatuh hati pada Kikil Sapi Waru Jaya.
 
Menikmati lontong kikil sapi panas dengan perasan air jeruk yang segar, hhmmm... siapa yang ingin melewatkannya. Apalagi kuah kikilnya tidak kental lebih membuat rasa masakannya menjadi lebih menggoda.
 
Lontong kikil nikmat yang merupakan menu utama depot Kikil Sapi Waru Jaya adalah hasil olahan Ibu Hj. Syamsu. Kikil sapi ini begitu terkenal bukan hanya di dalam kota tapi hingga ke luar kota.
 
Beberapa kali warung Kikil Sapi Waru Jaya telah didatangi artis-artis ibukota seperti Surya Saputra, Erlita, Alm.Bondan Winarno, dan lainnya untuk melepas rasa lapar atau menyiarkannya pada berbagai acara kuliner di televisi.
 
Keberhasilan Ibu Syamsu mengolah resep kikil sapi tidak datang tiba-tiba. Seperti yang diceritakan putri tunggalnya, Hj. Endang, ibunya telah merintis depot ini sejak tahun 1975 dan harus berpindah-pindah tempat berjualan.
Awal mulanya, Ibu Syamsu hanya penjual kikil sapi kaki lima  di depan SDN Kedungrejo Waru Sidoarjo. Lokasi itu tidak jauh dari warung kikil sapi Waru Jaya yang sekarang atau berjarak sekitar 300 meter.
 
“Terus pindah di depan perumahan pajak setelah Bungurasih (Terminal Purabaya),” lanjut Endang.
 
Kikil sapi yang dijajakan Ibu Syamsu masih dijual di pinggir jalan selama 10 tahun. Sayangnya, harus berpindah lagi karena dilarang berjualan di pinggir jalan.
 
Ibu Syamsu kemudian berpindah tempat di seberang Stasiun Waru, Sidoarjo jika dari arah utara Surabaya menuju Sidoarjo atau dekat dengan Pabrik Biskuit UBM jika dari arah selatan Sidoarjo menuju Surabaya.
 
Warung kontrakan yang tempatnya tidak terlalu luas itu digunakan berjualan hingga saat ini. Dari tempat itulah Kikil Sapi Waru Jaya kini makin tersebar luas dan diminati banyak pelanggan.
Begini kalailu dizoom
Begini kalailu di-zoom...
Daging yang empuk, tidak bau sapi juga menjadi daya pemikat pelanggan. Endang mengatakan bahwa kaki sapi yang diolah merupakan kaki sapi lokal pilihan. Dengan cara memasak yang tepat, menciptakan daging kikil empuk dan tidak bau sapi.
 
Dalam memasak kikil sapi, Endang dibantu oleh 5 orang karyawan di dapur. “Kikil itu kan, berat jadi perlu orang untuk membantu,” ujarnya ramah.
 
Maklum saja, dalam sehari warung ini memproduksi kikil sebanyak kurang lebih 100 kaki sapi. Sedangkan untuk pelayanan di warung, Endang dan ibunya dibantu oleh 5 orang karyawan yang khusus berjualan.
 
Jika Anda berminat untuk menikmati menu kikil sapi, silahkan mampir mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB. Namun khusus untuk Bulan Ramadan, warung ini buka mulai pukul 15.30 sampai 23.00 WIB.
 
Harga per porsi kikil sapi dibandrol Rp 20.000 seporsi plus lontong. Jangan keliru dengan warung yang lain, karena warung ini tidak membuka cabang dimana pun meski ada warung serupa dengan nama yang sama. (idi)
Penulis : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini