Kiai Anwar Zahid, Malam Ini Sambut Maulid di The Gayungsari

17 Nov 2018 21:26 Khazanah

Juru dakwah asal Dukuh Patoman, Desa Simorejo, Kec. Kanor, Kabupaten Bojonegoro, tetap mengundang pesona. Bukan hanya warga di pedesaan, melainkan juga disuka masyarakat dan umat Islam di perkotaan.

Malam ini, Sabtu 17 November 2018, KH Anwar Zahid, mengisi pengajian umum di Masjid Darut Taubah, kawasan Perumahan The Gayungsari Surabaya. Pengajian Umum ini dimaksudkan untuk menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad s.a.w.

Keteladanan yang diberikan Rasulullah Muhammad saw tetap menjadi perhatian umatnya hingga sekarang. Dengan peringatan Maulud Nabi, Kiai Anwar Zahid mengingatkan akan kehadiran Pemimpin Agung yang lebih mengutamakan pentingnya akhlak yang baik di tengah masyarakat, ketimbang pelaksanaan ritual semata.

Dalam setiap penampilan, Kiai Anwar Zahid selalu berusaha untuk menghindari perbedaan dalam beragama dan berislam. Misalnya, ia justru mencoba menjelaskan persamaan antara NU Muhammadiyah dan berusaha agar dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini, tetap bersatu dalam menjaga Ukhuwah di negeri ini.

SILATURAHMI KH Anwar Zahid bersama KH Marzuki Mustamar dan General Manager ngopibarengid Muh Hasan Bisri saat di pesantrennya di Dukuh Patoman Desa Simorejo Kec Kanor Kabupaten Bojonegoro Foto ngopibarengid
SILATURAHMI: KH Anwar Zahid bersama KH Marzuki Mustamar dan General Manager ngopibareng.id Muh Hasan Bisri, saat di pesantrennya, di Dukuh Patoman, Desa Simorejo, Kec. Kanor, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: ngopibareng.id)

Dalam setiap pengajian, Anwar Zahid selalu berujar “Qulhu Ae Lek”, menjadikan pengunjung dakwahnya mudah menerima. Bikin lucu, namun tetap bisa menerima pesan-pesan kebaikan dalam Islam.

Ceramah Kiai Anwar Zahid memang beda dari kebanyakan ulama. Kiai yang satu ini, menggunakan metode lucu dalam menyampaikan pengajian.

“Persaingan hidup pada masa kini semakin ketat. Kita dituntut memiliki keterampilan tertentu untuk dapat bertahan. Kita harus menjadi manusia yang kreatif agar tetap maju dalam segala bidang,” kata Anwar Zahid, memberikan argumen atas model dakwahnya.

Kiai Anwar mencoba mengupas masalah manusia yang kreatif.

“Tentu setiap orang tidak menginginkan adanya penyakit dalam dirinya. Tapi tahukah kita bahwa ada suatu penyakit yang kadang ada pada diri kita namun kita tidak menyadarinya. Penyakit itu? Itulah penyakit rohani,” tutur Anwar Zahid.

Ia menyebut contoh, sikap sirik, iri hati, dengki dan lain lain. Tidak seperti penyakit jasmani, penyakit rohani ini tidak dapat dirasakan oleh yang mengidap penyakit. Bahkan, yang mengidap penyakit rohani tidak menyadarinya.

Kehadiran Kiai Anwar Zahid pada setiap ceramah atau pengajian selalu ditunggu para jamaahnya. Tak jarang jamaah yang hadir selalu memenuhi tempat yang disediakan. Bahkan, sampai membludak.

Bahasa yang disampaikan sederhana, namun tak kehilangan makna pesannya. Karena itulah, ceramahnya mudah diterima semua kalangan masyarakat. Sehingga, pengajianya selalu dihadiri jamaah dari berbagai kalangan usia, dari anak-anak hingga dewasa.

“Semua orang tentu ingin ketika dia menghadap ke Tuhannya akan dikembalikan ke tempat ia berasal,  yaitu surga. Namun, terkadang kita tidak tahu bagaimana kita kembali ke surga yang nenek moyang kita dahulu, yaitu Nabi Adam dan Hawa berasal,” kata Kiai Anwar Zahid.

Kiai yang tetap tinggal di Bojonegoro ini, mencoba untuk memberikan penjelasan mengenai kunci surga agar kita dapat kembali ke sana. (adi)