Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan USP BKS di SMAN 6 Surabaya. (Foto: ALief/Ngopibareng.id)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan USP BKS di SMAN 6 Surabaya. (Foto: ALief/Ngopibareng.id)

Khofifah Tinjau Ujian Satuan Pendidikan BKS di SMAN 6 Surabaya

Ngopibareng.id Jawa Timur 09 March 2020 17:15 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau secara langsung pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS), di SMA Negeri 6 Surabaya, Senin 9 Maret 2020. Dalam tinjauan itu, Khofifah didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi.

Menurut Khofifah, hampir semua SMA Negeri di wilayah Jawa Timur sudah melaksanakan USP BKS dengan menggunakan smartphone masing-masing dan koneksi internet di sekolah mereka.

Khofifah mengatakan, untuk di wilayah Jatim, USP BKS dan ujian praktikum sekolah menjadi salah satu persyaratan kelulusan dengan presentase 40 persen terhadap penilaian kelulusan siswa. Sedangkan 60 persen sisanya adalah hasil atau nilai rapor para siswa dari semester I sampai semester VI.

Meski begitu, masih ada 6-8 wilayah di Jatim yang belum bisa melaksanakan USP BKS dikarenakan masalah koneksi internet. Wilayah itu berada di kepulauan yang masuk ke Kabupaten Sumenep Madura.

“Untuk mendapat hasil maksimal perlu pembangunan infrastruktur. Mereka ini listriknya menggunakan genset. Pengiriman solar itu tidak mudah, maka dari itu, mereka masih melakukan ujian berbasis kertas,” kata Khofifah di SMAN 6 Surabaya.

Karena hal itu, Khofifah akan berusaha maksimal untuk terus memberikan yang terbaik di Jatim, salah satunya di wilayah yang terpencil. Ia akan membangun aliran listrik yang memadai, dan koneksi internet yang cepat, sehingga siswa-siswi SMA di wilayah terpencil bisa melakukan USP BKS setara dengan wilayah Jatim lainnya.

“Pengirimannya solar saja susah, sudah ada satu kapal yang tenggelam karena hal itu. Kami pelan-pelan akan membangun (listrik) agar mereka bisa melakukan ujian sesuai dengan standar, karena ujian sekolah itu penting,” katanya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi, keunggulan USP BKS adalah di sistem publish penilaian. Jika sistem komputer seperti UN, nilai akan muncul dalam waktu 1-2 bulan setelah tes. Namun, jika menggunakan sistem USP BKS, nilai akan langsung muncul, sehingga bisa mempercepat administrasi di sekolah masing-masing.

“Kami kerjasama dengan ITS untuk sistemnya. Jadi nilainya bisa jadi muncul langsung tanpa menunggu dalam waktu yang lama,” katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Nov 2020 12:19 WIB

Memotret Akses Jalan Menuju Wisata Pantai Serang Rusak

Jawa Timur

Warga Kali Tengah dan wisatawan mengeluh akses jalan yang rusak.

28 Nov 2020 12:05 WIB

Tidak Jadi Pengurus, Din Syamsuddin: Berjuang Tak Harus di Dalam

Nasional

Bagi Din, berjuang bisa dari luar sistem.

28 Nov 2020 11:45 WIB

KAI Kampanyekan Keselamatan di Jalur Perlintasan Sebidang

Jawa Timur

Sosialisasi ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...