Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Kampung Kusta Desa Tanjung Kenongo, Pacet, Mojokerto, Senin 19 Maret 2018. (Foto: Istimewa)
Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Kampung Kusta Desa Tanjung Kenongo, Pacet, Mojokerto, Senin 19 Maret 2018. (Foto: Istimewa)

Khofifah pembuka jalan bagi AHY, PDIP Satukan Jokowi dan Gus Ipul-Puti

Ngopibareng.id Nasional 20 March 2018 13:46 WIB

Pencalonan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim oleh beberapa pengamat politik, dikatakan bakal menjadi pembuka jalan bagi Agus Harimurti Yudoyono ( AHY ) Ketua Komando Tugas Bersama (Kosgama) Partai Demokrat, untuk menjadi kandidat pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Siti Zuhro, peneliti dan pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia ( LIPI ) mengatakan, sudah membaca wacana itu sejak Khofifah merapat ke Demokrat.

SBY punya kepentingan dan Khofifah juga punya kepentingan. Sehingga Khofifah mau berkoalisi dengan Soekarwo yang pernah menjadi musuh dan mengalahkannya di dua kali Pilgub Jatim.

Khofifah mau dipinang bekas lawannya, karena PDI P dan PKB sudah lebih dulu mengusung Syaifullah Yusuf yang mendapat restu ulama dan warga nahdiyin Jawa Timur.

Partai Demokrat mengusung Khofifah, karena ingin menjadikan Khofifah sebagai jalan bagi AHY, sedang Khofifah mau dengan SBY, karena butuh kendaraan politik untuk Pilgub Jatim 2019.
"Itulah politik, sarat dengan kepentingan," kata _ ilmuan _ LIPI, di Jakarta Selasa, 19 Mei 2018.

Menanggapi hal itu, Ahmad Basarah, wakil Sekjen PDI Perjuangan menyatakan, PDI P siap berkompetisi menghadapi strategi Demokrat yang menjadikan Pilgub Jatim dan Khofifah sebagai pembuka jalan bagi AHY untuk berlaga sebagai kandidat dalam Pilpres.

“Apapun strategi Demokrat, Bu Khofifah, Mas AHY, dan Pak SBY, kami siap lahir-batin berkompetisi. Tentu dengan syarat kompetisi itu dijalankan secara sehat, jauh dari fitnah, dan mengedepankan etika,” ujar Ahmad Basarah, Ketua Tim Pemenangan Internal PDIP untuk Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno.

PDIP telah bulat mengusung Joko Widodo sebagai capres 2019. “Jadi siapapun yang diskenario untuk berhadapan dengan Jokowi di 2019, lewat strategi apapun termasuk konsolidasi di pilkada serentak 2018, kami siap menghadapinya. Tentu dengan syarat, sekali lagi, kompetisi politik dijalankan secara sehat,” ujarnya.

Jika Demokrat menjadikan pemenangan Khofifah di Pilgub Jatim satu paket dengan AHY di Pilpres, pihaknya juga sejak awal telah menjalankan strategi pemenangan Gus Ipul dan Puti dalam satu tarikan nafas dengan pencalonan Jokowi di Pilpres.

“Jadi sekarang semakin jelas, Gus Ipul-Mbak Puti satu tarikan nafas dengan Pak Jokowi. Dan di sebelah lagi intip-intip ingin menjadikan Jatim sebagai pembuka jalan bagi calon di luar Pak Jokowi yang hingga saat ini mendapat dukungan luas rakyat,” kata Basarah.

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Nov 2020 18:45 WIB

Survei Cyrus Network ErJi Unggul, Awi: Bukti Gerakan Kami Masif

Pilkada

Tapi awi tetap ingatkan kader dan relawan tak boleh jumawa

30 Nov 2020 17:30 WIB

H-10, Er-Ji Ungguli MAJU di Survei Cyrus Network

Pilkada

MAJU diprediksi sulit kejar ketertinggalan

28 Nov 2020 14:45 WIB

BI Prediksi November 2020 Kota Malang akan Alami Inflasi

Ekonomi dan Bisnis

Perkirakan inflasi di bawah angka 1 persen.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...