Vinsensius Awey. (foto: dok. pribadi)

Khofifah Bilang GBT Bau, Awey: Itu Warning untuk Pemkot

Jawa Timur 05 November 2019 05:00 WIB

Mantan anggota DPRD Kota Surabaya dan juga wakil ketua DPD Nasdem Surabaya Vinsensius Awey turut berkomentar mengenai perkataan Khofifah Indar Parawansa yang menyebut Gelora Bung Tomo, Surabaya, bau sampah.

Menurut Awey, yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur itu adalah bentuk perhatian dan kasih sayang seorang gubernur kepada kota administratif di bawahnya, yakni Surabaya yang juga merupakan ibu kota provinsi Jawa Timur.

"Jangan disalah artikan itu kalau beliau mau pindahin lokasi pertandingan Piala Dunia U-20 lho, jangan," kata Awey kepada Ngopibareng.id, Senin 4 November 2019.

Awey mengatakan, apa yang disampaikan oleh Khofifah harus ditangkap oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai alarm peringatan.

Agar, saat penyelenggaraan Piala Duna U-20 pada tahun 2021, baik pemain, ofisial, hingga penonton bisa merasa nyaman untuk datang ke GBT, meskipun sedang tidak ada pertandingan.

"Lantas jangan langsung reaktif, emosional, dan baperan seperti itu. Ambil sisi positifnya saja, yakni dengan sungguh-sungguh membenahi kondisi stadion, khususnya perkara bau sampah itu," kata Awey.

Menurutnya, sudah sewajarnya seorang gubernur sedikit menyentil pemerintahan di bawahnya. Terlebih, Surabaya adalah ibu kota Provinsi. Jadi bukan hanya dimiliki oleh Pemkot, tapi juga Pemprov.

"Gubenur dan kita semua tentu tidak ingin kalau nantinya nama Surabaya tercoreng dengan adanya protes dari ofisial, pemain, maupun penonton dari berbagai negara terkait kondisi Stadion GBT yang ada saat ini," katanya.

Baginya, persoalan fisik bangunan dan sarana prasarana GBT saat ini tidak diragukan lagi. Bahkan, GBT adalah stadion terbaik daripada stadion lainnya di Jawa Timur.

Namun yang jadi masalah adalah bau tidak sedap yang muncul dari TPA Benowo yang berdekatan dengan GBT. Selain itu, masih belum baiknya akses jalan menuju lokasi. Utamanya di titik-titik tertentu yang bottle neck.

"Kita harus realistis lah. Jangan hanya pikirin kebanggaan atau prestisius saja. Namun juga perlu dipikirkan dengan baik kondisi Stadion GBT yang ada saat ini. Pemkot harus gerak cepat," katanya.

Menurut Awey, perlu dicatat juga oleh semua orang di Surabaya, bahwa perhelatan ini merupakan pertandingan tingkat dunia. Baik dan buruknya yang terjadi di Surabaya, akan dikabarkan ke seluruh penjuru dunia.

Sehingga, patokan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya, jangan berasal dari masyarakat sekitar. Mereka bisa saja sudah terbiasa dengan bau tidak sedap yang muncul karena sudah bertahun-tahun lamanya bermukim di sana.

Namun beda halnya dengan orang yang tidak menetap di sana atau yang baru pertama kali ke GBT. Ketika arah angin berhembus ke lokasi GBT tentu akan membuat bau tidak nyaman.

"Tidak semua orang bisa menahan, ada yang sensitif juga. Jadi sekali lagi jangan reaktif, emosional dan baperan. Ini cuma alarm warning dari gubernur," pungkasnya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Sep 2020 17:25 WIB

Kota Probolinggo Bangun RS Internasional

Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meletakkan batu pertamanya.

23 Sep 2020 15:53 WIB

Tunggu Pelatihan, Kota Malang Belum Gunakan Ventilator Bantuan

Jawa Timur

Kota Malang dapat bantuan 9 unit alat ventilator dari USAID.

23 Sep 2020 08:46 WIB

Istana Tolak Usulan Khofifah Soal Definisi Kematian Pasien Covid

Nasional

Gubernur Jawa Timur menyampaikan usulan pada kemenkes.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...