Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, PhD. (Foto: ist/ngopibareng.id)

Khawatir Kader Gusar, PKS Terbitkan 2 Poin Penting Maklumat

Politik 22 October 2019 14:48 WIB

Bersedianya Prabowo Subianto menjadi pembantu Presiden Joko Widodo, menjadikan kegusaran tersendiri bagi kader-kader PKS. Apalagi, sejumlah partai yang selama ini berada di barisan Prabowo-Sandi mulai ada yang merapat ke istana.

PKS merupakan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2018. Sejak awal, PKS sudah mendeklarasikan diri sebagai partai oposisi, menyusul kekalahan capres-capres dukungannya. Dan akhirnya, pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin yang melaju hingga ke kursi kepemimpinan nasional periode 2019 -2024.

"Kami mengimbau kepada seluruh anggota keluarga besar PKS agar tidak tergoda atau terjebak mengomentari langkah-langkah politik pihak lain," kata Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman, Selasa 22 Oktober 2019.

Sohibul Iman berusaha mengingatkan kader-kader PKS agar tidak gusar menyikapi situasi politik, usai pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin.

Terkait hal itu, berikut Maklumat Presiden PKS menyikapi persoalan pembentukan kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin:

Maklumat Presiden PKS

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Menyikapi situasi politik akhir-akhir ini, seluruh fungsionaris DPP, Fraksi DPR RI, Fraksi MPR RI dan seluruh kader diminta agar:

1. Fokus mensosialisasikan sikap politik PKS yaitu tetap berada di luar pemerintahan. Kami mengimbau kepada seluruh anggota keluarga besar PKS agar tidak tergoda atau terjebak mengomentari langkah-langkah politik pihak lain. PKS menghormati sikap politik pihak lain, dan semoga pihak lain pun menghormati sikap politik PKS. Hal tersebut sebagai cermin kedewasaan kita dalam hidup berdemokrasi.

2. Terkait sikap politik PKS yang di luar pemerintahan, agar disampaikan secara tegas dan jelas namun tidak dengan konotasi arogan apalagi seolah menantang untuk beroposisi sendirian. Sampaikanlah dengan obyektif, argumentatif namun tetap rendah hati. Ketahuilah ini memang bukan pilihan ideal, bahkan pilihan berat. Namun, di tengah partai-partai lain memilih bergabung dalam pemerintahan, PKS merasa bertanggung jawab untuk menjaga marwah demokrasi yang sudah menjadi pilihan jalan politik PKS dan juga bangsa ini, dengan memilih tetap di luar pemerintahan.

Semoga Allah SWT meridhai segala niat dan amal baik kita, dan semoga Allah SWT terus menjaga bangsa ini tetap utuh dalam bingkai NKRI. Amiin.

Billahi taufik wal hidayah,


Wassalamu alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Presiden PKS


Mohamad Sohibul Iman, PhD

 

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Aug 2020 18:54 WIB

Pilpres 2024 Saatnya Orang Muda Maju, Para Ketum Partai Sudah Tua

Politik

Megawati, Prabowo dan Surya Paloh sudah berusia di atas 70 tahun.

30 Jul 2020 01:00 WIB

Zulhas Bantah Vernita Syabilla Kader PAN

Nasional

Vernita Syabilla sempat mengunggah foto berlatar bendera PAN.

29 Jul 2020 18:09 WIB

PKS Minta Polisi Tindak Pembakar Poster Bergambar Rizieq Shihab

Nasional

Dulu ketika Ahmad Dhani dilaporkan, cepat sekali ditindak.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...