Jelang Konferensi Wilayah NU Jawa 2018KH Mutawakkil Berharap Tampil Kader yang Lebih Baik

24 Jul 2018 14:34 Khazanah

“Kader-kader dan tokoh NU yang siap yang tentunya lebih baik dari saya. Mereka yang tetap bisa menjaga supaya NU Jatim menjadi barometer NU nasional," kata Kiai Mutawakkil Alallah.

KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, berharap banyak kader dan tokoh NU siap tampil ke depan. Hal itu terkait digelarnya Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur di Pesantren Lirboyo Kediri, 28-19 Juli mendatang.

“Kader-kader dan tokoh NU yang siap yang tentunya lebih baik dari saya. Mereka yang tetap bisa menjaga supaya NU Jatim menjadi barometer NU nasional. Dan juga bisa memosisikan NU pada posisi yang terpuji. Kalau bahasa santrinya maqamam mahmudah ya, on the right track,” tutur putra KH Hasan Saifouridzal (almaghfurlah) ini.

Sejumlah nama muncul guna tampil, baik di tanfidziyah maupun syuriah, dalam perhelatan lima tahun sekali tersebut. Sejauh ini, seperti KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Asep Saifuddin Chalim, Prof Akh Muzakki, H Muhibbin Zuhri, KH Abdullah Syamsul Arifin (Jember), dll.

Tentang hal itu, apakah ada sinyal kalau Kiai Mutawakkil tidak akan maju lagi?

“Terserah mau nafsiri apa saja. Pokoknya ini bahasa santri seperti itu. Jadi, saya memang tidak punya ambisi, naudzubillah! Karena di NU itu yang penting kita berkhidmat kepada para ulama, kiai, aulia sebagai owner NU. Tidak masalah dimana saja posisinya,” tegasnya.

“Masa jabatan saya, periode 2013-2018, jatuh pada tanggal 30 Juli. Oleh karena itu ada surat dari PBNU untuk tepat waktu, dan kami memang sedang mempersiapkan."

Terkait kehadiran banyak kader muda NU yang disebut layak memimpin PWNU, Kiai Mutawakkil menjawab dengan tersenyum.

“Itu menandakan bahwa banyak yang berminat ke NU, alhamdulillah daripada sepi berarti NU ndak laku. Berarti di situ ada regenerasi di NU sudah bagus,” kata Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini.

“Yang penting NU tetap solid, kompak, satu barisan guna menjaga bangsa ini, kedaulatan bangsa ini di hadapan bangsa-bangsa yang lain. Karena bagaimanapun juga barometer Jatim”.

Kiai Mutawakkil mengingatkan, bila NU Jatim tidak terkendali maka yang lain juga tidak akan terkendali. “Karena tokoh-tokoh agama yang menjadi mediasi antara pemerintah dan masyarakat selama ini, itu banyak alumnus pesantren yang ada di Jatim,” tegasnya.

Tentang persiapan Konferwil NU Jatim, “Alhamdulillah, persiapan Konferwil sudah hampir mendekati 90 persen. Kami memang punya waktu yang sangat singkat, dan ini sebenarnya tujuan kami memberikan contoh kepada cabang-cabang untuk taat terhadap aturan organisasi,”.

“Masa jabatan saya, periode 2013-2018, jatuh pada tanggal 30 Juli. Oleh karena itu ada surat dari PBNU untuk tepat waktu, dan kami memang sedang mempersiapkan. Alhamdulillah perangkat dan pengurus harian semuanya sudah siap.

“Sehingga, semua proses persidangan, materi sudah lengkap, baik komisi-komisi maupun LPj (Laporan Pertangungjawaban). Kita mengambil tema, tadi, memperkuat NU sebagai payung bangsa,” tutur Kiai Mutawakkil. (adi)

Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini