KH Ma'ruf: Rasulullah Muhammad SAW Tokoh Perubahan Mental

09 Nov 2019 06:00 Nasional

KH Ma'ruf: Rasulullah Muhammad SAW Tokoh Perubahan Mental

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin menghadiri upacara kenegaraan  memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019 malam.

Acara Maulid ini diisi dengan uraian hikmah dengan tema ‘Meneladani Akhlak Rasulullah SAW. untuk Indonesia Unggul dan Maju’ yang disampaikan oleh Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A.

Abdul Djamil menjelaskan bahwa Nabi Muhammad selaku teladan umat mampu memimpin dan menjadikan umat untuk mengubah orientasi kepentingan diri sendiri menjadi kepentingan bersama. Teladan yang ditunjukkan Rasulullah tersebut menjadi ikon transformasional yang berkaitan dengan perkembangan peradaban dewasa ini yang menuntut kerja keras, inovasi, dan kreativitas untuk kemajuan dan keunggulan bangsa.

"Artikulasi tokoh sentral seperti Nabi Muhammad dapat dipandang sebagai ikon panutan dalam memimpin umat yang percaya diri di tengah-tengah tantangan," ujarnya.

Presiden dan Wakil Presiden Joko WidodoMaruf Amin saat tiba di Istana Negara mengahdiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Foto Setpres
Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat tiba di Istana Negara, mengahdiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: Setpres)

Senada dengan hal itu, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang memberikan sambutannya juga menjelaskan, bahwa Rasulullah merupakan tokoh perubahan yang luar biasa dan mampu mengubah masyarakat di zamannya menjadi menjadi masyarakat yang memiliki semangat juang yang tinggi.

Ma'ruf melanjutkan, perubahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad tersebut ialah perubahan yang menyentuh manusianya, di mana Rasulullah menanamkan perubahan akidah, cara berpikir, dan perilaku masyarakat.

"Semangat perubahan seperti yang dilakukan Rasulullah itulah yang ingin kita contoh dan teladani dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik. Mengubah Indonesia dari negara yang berpendapatan menengah menjadi negara yang berpendapatan tinggi, mengubah Indonesia menjadi Indonesia Maju," katanya.

Indonesia maju ialah bergantung pada sumber daya manusianya. Maka itu, pemerintah menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas dalam lima tahun mendatang.

"Mudah-mudahan semangat Rasulullah SAW. akan memberikan inspirasi dan merupakan dorongan semangat dalam rangka kita membangun Indonesia ke depan," tutur Wakil Presiden.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga dihadiri beberapa anggota Kabinet Indonesia Maju,  pimpinan ormas Islam, hingga perwakilan negara sahabat.

Presiden Joko Widodo ketika menyapa anakanak dan para undangan di Istana Negara Foto Setpres
Presiden Joko Widodo ketika menyapa anak-anak dan para undangan di Istana Negara. (Foto: Setpres)
Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini