KH Husein Muhammad bersama koleganya ketika berkunjung ke Turki. (Foto: Istimewa)

KH Husein: Nabi Mempermudah, Kita Mempersulit

Islam Sehari-hari 22 February 2020 04:40 WIB

KH Husein Muhammad, kiai aktivis, mengingatkan bahwa Rasulullah Shalllahu alaihi wassalam (SAW) mengajarkan agar umat Islam mudah dalam menjalankan ibadahnya.

"Saya diminta KBIH Al-Mabrur, Arjawinangun, Cirebon, mengisi Manasik Haji. Tema yang diminta adalah "Hikmah Ibadah Haji, dari mulai Thawaf, Sa'i, Wuquf, Mabit di Muzdalifah, Jumrah, Mabit di Mina, Menyembelih Kurban, Thawaf Ifadhah sampai Thawaf Wada'," kisahnya, dalam catatan Ahad, 16 Februari 2020.

Ini penuturannya lebih lanjut:

Usai menjelaskan semua itu, seorang ibu, berusia di atas 50 tahun, calon jemaah, bertanya tentang urutan " jumroh, menyembelih dan tahallul awal". Mana yang didahulukan dan mana yang diakhirkan.
Aku menjawab. "Terserah sempatnya ibu saja".

Nabi mengatakan: agama itu mudah dan tidak mempersulit. Al-Qur'an menyatakan :

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُم في الدِّين مِنْ حَرَجٍ

"Dan Dia (Allah) sama sekali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesulitan." (QS. Al-Hajj: 78)

Allah berfirman :

يُريدُ الله بكُمُ اليُسْرَ وَلا يُريدُ بِكُمُ العُسْر

"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu." (QS. Al-Baqarah; 18

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

"Permudahlah dan jangan mempersulit. Gembirakanlah. Jangan bikin takut orang".

Lalu aku sampaikan perihal masalah yang ditanyakan ibu tadi.

Setelah Nabi dan sahabat-sahabatnya wuquf di Arafat, beliau menuju Mina untuk Jumrah (melempar batu kerikil) di Aqabah. Tetapi beliau singgah di Muzdalifah sampai tengah malam. Nabi menyuruh jika mereka tiba di Mina agar menyembelih domba atau unta atau sapi.

Seorang sahabat mengatakan :"aku sih menyembelih dulu baru melempar (jumroh). Bagaimana Nabi?
Nabi menjawab : "ya, tidak apa-apa".
Sahabat lain bilang: "aku sih "tahallul", mencukur rambut dulu baru menyembelih. Bagaimana?". Nabi menjawab : "ya boleh, tidak apa-apa".

Sahabat yang lain bertanya apa yang ingin/akan dilakukannya, ini dulu atau itu dulu. Beliau bilang : "If'al wa La Haraj", ya silakan lakukan, tidak apa-apa. Tidak masalah".

Ada hadits Nabi yang menyatakan :

عن عاءشة رضى الله عنها ما خُيِّر رسول الله صلى الله عليه وسلم بين أمرين إلَّا أخذ أيسرهما، ما لم يكن إثمًا، فإن كان إثمًا كان أبعد النَّاس منه

Aisyah Radhiyallahu Anha, berkata, ‘Apabila Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam disuruh memilih di antara dua perkara, niscaya beliau lebih memilih yang lebih mudah di antara keduanya, selama itu tidak dosa. Adapun jika itu perbuatan dosa, maka beliau adalah orang yang paling menghindarinya" (Hadits Sahih).

Allah dan Rasul-Nya menghendaki kemudahan bagi umat manusia. Sementara kita, manusia, sering kali, mempersulit diri dan orang lain. Yang tak patut dilakukan sesungguhnya adalah meremehkan, merendahkan, mengacuhkan, mengabaikan dan mencari-cari alasan untuk tidak melakukan kebaikan.

20.02.2020
HM

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

15 Jul 2020 13:28 WIB

Demo Puluhan Pegawai KFC Royal Plaza Ingin Manajernya Dipidana

Reportase

Manajer KFC Royal Plaza dinilai anti serikat buruh.

15 Jul 2020 12:59 WIB

Pasien Kabur, RSSA Malang Perketat Penjagaan Ruang Isolasi

Jawa Timur

Juga edukasi warga bahwa biaya perawatan Covid-19 ditanggung pemerintah.

15 Jul 2020 12:45 WIB

Terlibat Tawuran, Pemuda Desa Karangbendo Dihukum Bersihkan Makam

Jawa Timur

Belasan pemuda di Desa Karangbendo dihukum bersihkan area makam.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...