KH Ahmad Qusyairi bin Muhammad Shiddiq (kanan) bersama menantunya, KH Hamid Pasuruan. (Foto: Istimewa)

KH Ahmad Qusyairi Shiddiq, Karyanya Diapresiasi Sayid Al-Maliki

Khazanah 06 July 2020 03:49 WIB

KH.Ahmad Qusyairi Shiddiq adalah salah seorang ulama terkenal di Tanah Jawa. Tokoh ini dilahirkan di sebuah desa bernama Sumbergirang yang terletak dalam Kota Lasem, Rembang, Jawa Tengah, pada 11 Sya'baan 1311H / 17 Februari 1894M.

KH Ahmad Qusyairi memulai pengajian agamanya dengan ayahandanya, KH Muhammad Shiddiq yang terkenal sebagai seorang ulama. Pengajian agamanya diteruskannya ke beberapa buah pondok pesantren antaranya di Langitan Tuban, Kajen Pati (Kiyai Khozin), Semarang (Kiai Umar) dan Syaikh Kholil Bangkalan.

Kiai Ahmad Qusyairi mempunyai hubungan yang amat erat dengan Syaikh Kholil Bangkalan yang terkenal sebagai ulama yang juga wali. Di antara kelebihan Kiai Ahmad Qusyairi adalah kemampuannya menguasai berbagai bahasa selain bahasa ibunya dan Bahasa Arab. Antara lain bahasa yang dikuasainya ialah Bahasa Belanda, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Bahasa Cina.

"Muallif kitab Inarotud Duja adala Syaikh Ali bin Husain al-Maliki, salah satu guru Kiai Ahmad Qusyairi ketika di Makkah. Beliau takjub dengan kitab Nadhom Tanwirul Hija, anggitan santri beliau sendiri dan kemudian mensyarahinya," tutur H M Najib, Ketua LTN PWNU Jatim.

Memang, KH. Ahmad Qusyairi juga dikenal sebagai penyair yang mahir membuat dengan spontan syair-syair berbahasa Arab. Antara karangan yang ditinggalkannya ialah sebuah nadham sufi yang berjumlah 312 bait diberi judul "Tanwir al-Hija" yang berhubungan dengan 'aqidah dan ibadah.

Karangannya ini diberi perhatian oleh para ulama, bahkan Habib Alawi bin 'Abbas al-Maliki, ayahanda Buya Dr. Habib Muhammad al-Maliki, telah memberikannya syarah yang panjang diberi judul "Inarat ad-Duja".

Karena besarnya kecintaannya kepada Kanjeng Nabi Muhammad s.a.w. dan amalan bershalawat kepada baginda, maka selain mengamalkan "Dalailul Khairat", beliau juga mempunyai himpunan sholawat yang dinamakannya "al-Wasiilatul Harriyyah fish Sholawaati 'ala Khairil Bariyyah".

Kiai Ahmad Qusyairi meninggalkan dunia yang fana ini pada 22 Syawal 1392H / 28 November 1972M, Jenazah beliau dimakamkan di kawasan pemakaman belakang Masjid Jami` al-Anwar, Pasuruan. Mohon dibacakan surat Al-Fatihah pada beliau semua.

KH Ahmad Qusyairi bin Muhammad Shiddiq kiri bersama menantunya KH Hamid Pasuruan Foto IstimewaKH Ahmad Qusyairi bin Muhammad Shiddiq (kiri) bersama menantunya, KH Hamid Pasuruan. (Foto: Istimewa)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

14 Aug 2020 12:45 WIB

ASN Terkonfirmasi Covid, Pemkot Batu Terapkan Kebijakan WFH

Jawa Timur

Diketahui ada 2 ASN di DPRD dan 1 ASN di Dinkes positif Covid-19.

14 Aug 2020 11:40 WIB

Presiden Jokowi Sindir Media Jangan Hanya Kejar Click dan Like

Nasional

Semestinya, media tidak dikendalikan teknologi.

14 Aug 2020 11:20 WIB

Naskah Pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR 2020

Nasional

Berbagai terobosan disampaikan presiden dalam menghadapi pandemi covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...