Grace Natalie Sebut Jatim Akar Kuat Politik Akal Sehat

12 Dec 2018 00:50 Politik

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyebut bahwa Jawa Timur dan Kota Surabaya merupakan tempat tumbuhnya politik akal sehat.

"Kota ini terasa semakin penting karena inilah benteng Islam Moderat dan kaum Nasionalis. Inilah daerah di mana politik akal sehat mempunyai akar yang kuat," kata Grace saat menyampaikan pidato politiknya di Jatim Expo International, Surabaya, Selasa 11 Desember 2018 malam.

Hal itu, kata dia, didasari dari lahirnya banyak para tokoh bangsa dan politisi berkualitas di Jawa Timur ini, salah satunya adalah Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Dari Jawa Timur, lahir tokoh bangsa, kampiun Islam moderat, seorang laki-laki yang monogami dan menyayangi istrinya, Presiden Abdurrahman Wahid,” ujar Grace.

Lebih lanjut, kata Grace, Jawa Timur juga tak pernah henti menghasilkan sosok-sosok kepala daerah terbaik Indonesia, yang mampu berprestasi di kancah dunia, Yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Tak hanya Bu Risma, ada juga Ibu Khofifah Indar Parawansa dan wakilnya, Emil Dardak, yang kami dukung, adalah pemimpin berkualitas,” lanjut Grace.

Terpilihnya para kepala daerah terbaik di Jawa Timur, kata Grace, memperlihatkan atmosfer politik yang sehat. Atmosfer politik yang tidak dikotori oleh hoax, oleh kampanye kebencian berlatar suku dan agama.

“Kita perlu memperluas politik akal sehat ini agar menyebar ke seluruh Indonesia. Tidak hanya di Jawa Timur, tidak hanya di Surabaya!” tutur Grace dalam pidato berjudul “Keadilan untuk Semua, Keadilan untuk Perempuan Indonesia” tersebut.

Maka, Bagi Grace, dari Surabaya, dari Jawa Timur, PSI akan memulai perjuangan penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai tanah tempat perempuan diperlakukan setara.

“Negeri di mana semua orang, tanpa memandang suku dan agama, bisa hidup berdampingan, bekerja sama membangun Indonesia menjadi negara yang modern dan kuat, Ini tanah tempat keadilan berlaku untuk semua orang,” pungkas dia. (frd)

Penulis : Farid Rahman
Editor : Widi Kamidi


Bagikan artikel ini