Ketua TPP PPA Pasuruan saat mengunjungi rumah korban pembunuhan sadis sepasang pengantin baru. (Foto: Dok Humas)

Ketua PPT-PPA Pasuruan Berharap Pembunuh Balita Dihukum Berat

Ngopibareng Pasuruan 11 July 2020 02:45 WIB

Ketua PPT-PPA (Pusat Pelayanan Terpadu, Perlindungan Perempuan dan anak) Kabupaten Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf merasa prihatin dengan kejadian tewasnya balita perempuan yang dibunuh oleh tetangganya sendiri di Dusun Kelompang, Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, beberapa hari lalu.

Istri Bupati Irsyad Yusuf itu berharap kepada aparat penegak hukum untuk memberikan balasan yang setimpal atas apa yang dilakukan oleh MT (27) dan IM (19), pasutri yang tega menghilangkan nyawa balita berinisial R tersebut dengan sangat keji dan biadab.

"Saya sebagai perempuan dan seorang ibu sangat menyayangkan dengan perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap korban yang masih anak-anak ini. Tidak berperasaan dan berkemanusiaan," kata Lulis saat berkunjung ke rumah korban, bersama Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Pasuruan, Nanik Mujib Imron, Jumat, 10 Juli 2020.

Setelah bertemu kedua orang tua korban, Lulis memahami bahwa ada beberapa hal yang bisa dijadikan pembelajaran atau hikmah atas kejadian tersebut. Menurutnya, setiap orang tua tak seharusnya melengkapi putra-putrinya yang masih di bawah umur dengan barang-barang yang bisa menarik perhatian seseorang untuk melakukan tindak kejahatan.

"Kalau anak perempuan, sebaiknya jangan dikasi perhiasan yang berlebih. Apalagi bisa membuat tertarik orang yang ingin berbuat jahat. Selain perhiasan, jangan pula anak kita yang masih kecil dilengkapi dengan Handphone yang bermerk atau berharga mahal. Kita hindari semua demi keselamatan keluarga kita juga," katanya.

Selain tak melengkapi anak-anak dengan sesuatu yang berlebihan, perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan juga menghimbau kepada para orang tua untuk intens mengawasi keseharian sang anak. Hal itu penting dilakukan untuk mengetahui apabila terdapat perubahan perilaku maupun hal yang mencurigakan pada diri sang anak.

"Termasuk ketika bermain, juga tak boleh ditinggal. Sekarang ini fenomenya terbalik. Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak tidak dilakukan oleh orang asing. Melainkan berasal dari lingkungan terdekat korban. Seperti yang menimpa balita perempuan dari Kejayan ini, dibunuh oleh tetangganya sendiri," katanya.

Di sisi lain, Lulis ikut menyampaikan bela sungkawa kepada kedua orang tua korban yang masih shock dengan kejadian tersebut. Lulis berdoa agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini.

"Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT. Karena anak ini masih kecil, tidak punya dosa. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran agar cepat bangkit setelah ditinggal pergi salah satu anggota keluarganya untuk selama-lamanya," katanya.

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Aug 2020 00:38 WIB

Transformasi Desainer Oscar Lawalata Jadi Wanita Punya Pacar Bule

Gosip Artis

Desainer Oscar Lawalata ubar gender jadi wanita.

16 Aug 2020 00:20 WIB

Video Amien Rais Sebut Jokowi Otoriter

Politik

Video terbaru Amien Rais menyebut rezim Presiden Jokowi otoriter.

15 Aug 2020 23:59 WIB

Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 16 Agustus 2020

Pendidikan

Tayangan edukasi disajikan pada program Belajar dari Rumah.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...