Ilustrasi mudik lebaran 2019 lalu. (Foto: Antara/Dedhez Anggara)

Tips Mudik Lebaran di Tengah Wabah Corona ala Ketua Harian PBNU

Nasional 28 March 2020 17:37 WIB

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas menyampaikan jurus berlebaran di tengah corona. Pesan silaturahmi tersampaikan, tanpa meninggalkan masalah baru. Yakni berlebaran melalui daring.

Staf khusus Wapres KH Ma'ruf Amin itu mengatakan virus Corona berbahaya karena tiga hal. Pertama, kecepatan penyebarannya. Kedua, gejalanya yang tidak mudah terdeteksi oleh orang yang terinfeksi. Ketiga, ketidaktahuan orang yang terinfeksi, sehingga orang yang terinfeksi adalah carier dan tanpa sadar menyebarkan virus ke tempat dan kepada orang lain.

Sebagai muslim harus bersikap adil dan proporsional melihat kenyataan ini. Adil dan proporsional baik dari aspek akidah, ibadah maupun muamalah.

"Takut hanya kepada Allah, bukan selainnya. Namun tidak meninggalkan perintah agama lainnya, ikhtiar baik secara preventif maupun kuratif," ujarnya

Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah telah memperpanjang masa darurat bencana wabah virus corona hingga 29 Mei 2020. Itu artinya hingga 5 hari pasca hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini.

Penetapan masa darurat ini oleh Robikin disebutkan tentu dengan pertimbangan dan perhitungan matang. "Untuk itu mari bersama-sama mendisiplinkan diri, memutus mata rantai penyebaran covid-19, dengan tidak mudik lebaran tahun ini," katanya.

Siaturahim Idul Fitri tetap dilakukan. Namun secara daring, dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, yakni video call dari tempat tinggal masing-masing.

Sikap disiplin untuk tetap di rumah dan menjaga jarak fisik (physical distancing)
dalam situasi saat ini sangat membantu penanggulangan penyebaran covid-19.

Memaksakan diri mudik dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, termasuk keluarga. Kita tidak pernah tahu, di tengah perjalanan menuju kampung halaman, bisa saja tanpa sadar terjadi kontak fisik dengan orang yang terpapar covid-19.

Kalau ini yang terjadi, mudik tidak membawa kebahagiaan bagi keluarga dan lingkungan. Tapi derita dan musibah.

Fiqih muamalah mengajarkan kepada kita: jalbul-mashalih wa daf’ul-mafasid. Seluruh hal untuk meraih kemaslahatan dan menolak kemafsadatan (kerusakan) sesungguhnya adalah bagian dari perintah syariat.

"Wallahu a’lam" kata Robikin dalam pesan yang disampaikan Sabtu 28 Maret 2020.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 May 2020 13:45 WIB

Ketua IPW: Polisi Harus Bebaskan Ruslan Buton

Hukum

Ketua Presidium Indonesia Police Watch minta polisi bebaskan Ruslan Buton.

31 May 2020 12:20 WIB

Karena Covid-19, Tak Ada Kemeriahan di Hari Jadi Surabaya

Surabaya

Mengganti beberapa agenda tahunan dengan menyapa secara virtual

31 May 2020 12:11 WIB

Anti Gagal Cara Dapat Token Gratis PLN Juni Melalui www.pln.co.id

Nasional

PLN kembali meluncurkan program token gratis untuk periode Juni

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...