Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Malang, Arif Darmawan (Foto: @sam.sutiaji)

Ketua DPC Demokrat Malang Meninggal dalam Kondisi Covid-19

21 Jan 2021 20:38

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Malang, Arif Darmawan, meninggal dunia, Kamis 21 Januari 2021 sore. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 55 tahun. Hasil uji usap atau swab dinyatakan positif Covid-19.

Selain itu, penyakit penyerta atau komorbid yang diderita Arif Darmawan semakin memperparah kondisi mendiang. Ia meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

"Beliau mempunyai sakit bawaan. Seperti gagal ginjal, diabetes dan jantung sebelumnya. Lalu dari hasil uji swab semalam beliau dinyatakan positif Covid-19," ujar Direktur Eksekutif DPC Partai Demokrat Kota Malang, Achmad Anang Fatoni, pada Kamis 21 Januari 2021.

Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji mengatakan bahwa, ketika dirujuk ke RSSA Kota Malang, beliau masuk dalam kondisi gejala berat Covid-19. "Saya pantau terus. Saya diberitahu keluarga bahwa beliau itu swab kedua baru positif, yang pertama masih negatif Covid-19," katanya.

Sutiaji mengatakan, ia mendapatkan kabar bahwa Arif Darmawan telah tutup usia, setelah ditelepon oleh Direktur RSSA Kota Malang, dr Kohar Hari Santoso. "Saya mendapat telepon dari dokter Kohar. Ia memberi kabar bahwa bapak Arif sudah tiada," ujarnya.

Sutiaji yang juga merupakan kader dari Partai Demokrat, mengenang Arif Darmawan sebagai orang baik semasa hidupnya. Arif Darmawan juga sangat berjasa dalam perjalanan karir politik Sutiaji.

"Beliau itu orang baik, saya lama bersama beliau di dewan. Beliau sangat hati-hati dalam mengambil keputusan. Waktu pilkada dulu beliau mendorong saya dan merekomendasikan saya untuk maju dalam Pemilihan Walikota," katanya.

Sutiaji mengatakan kondisi fisik almarhum memang sudah lama tidak sehat. Mendiang memang mengidap beberapa penyakit bawaan. "Beliau itu sakitnya memang sudah lama. Banyak sekali kenangan saya bersama beliau, ketika apa yang saya lakukan dengan beliau itu masih membuat saya susah lupa hingga sekarang beliau sudah tiada," ujarnya.