Gayeng, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwiyono dan Ketua DMI Surabaya Arif Afandi saat bertemu di ruang Ketua DPRD Surabaya, Jumat 18 Oktober 2019. (Foto: dok/ngopibareng.id)

Ketua DMI dan Ketua DPRD Surabaya Bertemu, Ini yang Dibahas

Surabaya 18 October 2019 15:04 WIB

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya Arif Afandi menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Adi Sutarwiyono. Pertemuang berlangsung di Kantor Ketua DPRD Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Jumat, 18 Oktober 2019.

Ikut mendampingi Arif Afandi, Sekretaris DMI Nur Hasan, Wakil Ketua M Munif dan Taufik Mukti, Bendahara Mohamad Jamil, dan M Hudi. Pertemuan selama hampir satu jam itu berlangsung gayeng dan santai.

Lantas apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut? Arif yang juga mantan Wakil Walikota Surabaya itu mengundang Ketua DPRD untuk hadir dalam Musayawarah Daerah (Musda) DMI yang akan berlangsung di Primebiz Hotel, Minggu, 10 Oktober 2019 mendatang.

"Salain itu, kami ingin menyeleraskan program-program DMI mendatang dengan program Pemerintah Kota Surabaya. Kami ingin bersama-sama menjadikan Masjid sebagai salah satu pusat peradaban kota," katanya.

Selain menemui Ketua DPRD, DMI Kota Surabaya telah mengajukan permohonan audiensi ke Walikota Tri Risma Harini. Namun, sampai dua hari jelang Musda, belum ada jawaban dari walikota. Menurut kabar, orang pertama di Surabaya itu sedang berada di luar negeri.

Menurut Arif, Awi --demikian Adi Sutarwiyono biasa dipanggil-- menyambut baik ajakan DMI Kota Surabaya. Ia berharap DMI ikut ambil bagian dalam menciptakan rasa aman dan ambil bagian dalam membangun kerukunan antar umat beragama.

"Surabaya itu kan kota metropolitan yang warganya sangat beragam. Kami berterima kasih atas apa yang telah dilakukan DMI Kota Surabaya dalam hal ini. Kami akan ikut mendukung sesuai dengan kewenangan-kewenangan kami," kata Ketua DPC PDI Perjuangan ini.

Arif manambahkan, masjid di perkotaan memang seharusnya menjadi pusat peradaban. Ia tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga ikut membangun kultur masyarakat madani yang ramah, terbuka terhadap kelompok masyarakat lainnya, dan membangun disiplin warga kota.

Dalam rangka menyelaraskan program-program DMI dengan Pemerintah Kota Surabaya, Arif juga minta ada unsur dari DPRD Surabaya dalam kepengurusan DMI. "Selama ini, kami berjalan sendiri secara mandiri. Padahal, pembinaan masjid seharusnya menjadi kerja bersama," tambah Arif.

Selama ini, kegiatan DMI lebih mengarah ke pembinaan manajamen masjid dan mendorong kegiatan memakmurkan masjid. Selain itu, juga menggelar lomba kebersihan masjid dan kompetisi antar masjid dalam hal memakmurkan tempat ibadah tersebut.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

15 Sep 2020 20:50 WIB

Xiaomi Umumkan Redmi 9i di India

Handphone

Smartphone ber OS Android 10 seharga Rp1,6 juta.

14 Sep 2020 12:29 WIB

Sepeda Ontel Unik Ala Treadmill, Netizen: Berhentinya Gimana?

Human Interest

Sepeda unik ala treadmill yang viral.

10 Sep 2020 13:35 WIB

Jakob Oetama Tangga Bagi Bangsawan Jurnalis Indonesia

In Memoriam

Jakob Oetama bukan seorang wartawan atau Raja Media, tapi dewa jurnalisme Indonesia.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...