Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna. (Foto: Dok. BPK)
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna. (Foto: Dok. BPK)

Ketua BPK Calon Tunggal Ketua Umum PBSI

Ngopibareng.id Bulutangkis 06 November 2020 15:45 WIB

Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) 2020 berlangsung perdana pada Kamis, 5 November 2020. Menurut agenda, Munas PBSI berlangsung selama 2 hari, yakni 5-6 November 2020. Salah satu agenda besarnya adalah mencari Ketua Umum PP PBSI untuk periode 2020-2024.

Awalnya, bakal calon untuk memperebutkan kursi Ketum PBSI adalah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna dan Ketua Pengurus Provinsi PBSI Banten, Ari Wibowo. Tapi Ari Wibowo dipastikan gagal bertarung karena Tim Penjaringan PBSI menyatakan Ari tidak memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua umum. Dia tidak lolos verfikasi karena ada 5 surat suara dukungan yang ganda.

Dengan begitu sekarang hanya ada calon tunggal. Agung Firman Sampurna mengklaim dukungan resmi 29 pengurus provinsi (Pengprov) untuk maju di periode 2020-2024. Ke-29 pengprov itu adalah DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi tengah, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, Papua, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Riau, Sulawesi Tenggara, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utar, dan Nusa Tenggara Barat.

Lantas seperti apa sosok Agung Firman Sampurna? Dikutip dari berbagai sumber, pria kelahiran Palembang, 19 November 1971 ini adalah Ketua BPKperiode 2019-2022. Pria 48 tahun itu terpilih secara aklamasi oleh sembilan anggota BPK menggantikan Moermahadi Soerja Djanegara yang memasuki masa purnatugas.

Jabatan

Agung Firman Sampurna sebelumnya menjabat sebagai Anggota I BPK-RI periode 2014-2019, Anggota III periode 2012-2013, dan Anggota V periode 2013-2014. Ia pernah memimpin Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) III (2012-2013), AKN V (2013-2014), dan AKN I (2014-2019).

Pendidikan

- SD Negeri 65 Palembang (1985)

- SMP Negeri 1 Palembang (1987)

- SMA Negeri 1 Palembang (1990)

- Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya - Inderalaya (1996)

- Pasca Sarjana Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik, Universitas Indonesia (1998)

- Pasca Sarjana (S3) Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik, Univesitas Indonesia (2011)

Karir

- Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, 2019 - 2022

- Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, 2014-2019

- Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, 2013-2014

- Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, 2012-2013

- Fungsional Umum pada pusat kajian Manajemen Kebijakan LAN- RI

- Fungsional Umum pada Pusat Kajian Sumber Daya Aparatur LAN-RI

- Kepala Sub Bagian Program Sekretariat KPUD Sumatra Selatan, 2004-2005

- Staf Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin

- Plh Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Musi Banyuasin

- Staf bagian Organisasi dan Tata Laksana Setwilda Tk II Kabupaten Musi Banyuasin, 1998-1999

Penghargaan

- Bintang Mahaputra Nararya 2014

- Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang IPS Tingkat Provinsi Sumatra Selatan, 1994

- Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Bidamng IPS Tingkat Wilayah A (Sumatra-DKI) 1994.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 16:55 WIB

Anggaran Pendidikan Rp550 T, Kemendikbud Hanya Kelola Rp81 T

Nasional

Sebagian besar dana dikelola lembaga lain termasuk Pemda.

22 Jan 2021 16:45 WIB

10 Kelurga Korban Terorisme di Sulsel dapat Ganti Rugi Rp2 M

Nasional

Korban meninggal mendapat ganti rugi Rp250 juta.

22 Jan 2021 16:35 WIB

Kasus Covid-19 di Jatim Naik Lipat Tiga Selama Tiga Bulan

Jawa Timur

Dalam tiga bulan ada seribu kasus tambahan.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...