Aa Gym di pemakaman Eco Pesantren Darut Tauhid.

Ketegaran Aa Gym Menguburkan Sang Cucu

21 May 2018 11:23

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

K.H. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym begitu tegar menggendong jenazah sang cucu saat tiba di Eco Pesantren Darut Tauhid, Kabupaten Bandung Barat, Senin (21/5/2018) sekitar pukul 06.00 WIB.

Aa Gym bersama ratusan santri menyolatkan bayi dari pasangan Maulana Yusuf dan Ghaitsa Zahira Shofa. Salat jenazah berlangsung khusyuk di Masjid Rahmatan Lil’alamin.

Aa Gym mengingatkan kepada seluruh santri bahwa ajal datang kapan saja tidak harus menunggu tua.

“Ini jadi contoh bahwa kematian itu rahasia Allah. Tidak harus menunggu tua, kalau ajal menjemput. Hidup dan berbuat baiklah di dunia ini,” ujarnya.

Usai salat jenazah, Aa Gym kembali membopong jenazah menuju lokasi pemakaman yang berjarak 20 meter dari masjid.

 

Di tengah pemakaman, Aa Gym menceritakan saat-saat sebelum cucunya meninggal dunia. Ia menuturkan bayi berusia dua bulan itu baru beberapa hari berada di Indonesia. Gheziya Naura Khadija lahir saat kedua orangtuanya tengah menempuh pendidikan di Yaman.

“Jadi bayi ini pulang ke Indonesia untuk ketemu keluarganya. Sekaligus pamit (meninggal),” kata Aa Gym sambil menahan tangis saat pemakaman.

Ia menuturkan berdasarkan cerita kedua orangtuanya, bayi Gheziya tidak mengidap sakit apapun sebelum meninggal. Hanya saja, bayi Ghezia sempat menangis beberapa lama saat malam hari.

“Tidak kelihatan sakit sama sekali sejak dua hari malam lalu. Tidak rewel, Pas akhirnya malam saja yang nangis. Tapi tiba-tiba diam setelah ibu dan bapaknya baca Alquran,” ungkap Aa Gym.

Keduanya orangtuanya kemudian membawa bayi Gheziya ke dokter untuk diperiksa kesehatannya. Dokter memastikan kondisinya baik-baik saja. Namun, sang pencipta berkata lain.

“Ternyata takdir berkata lain, Gheziya meninggal diperjalanan (pulang). Ternyata pas malam nangis itu ingin ditemani ibu bapaknya. Itu cara (Ghezya) menyampaikan ingin pamit,” ucap Aa Gym sambil meneteskan air mata. (*)