Kerak Telor, Makanan Khas Betawi Yang Mulai Susah Dicari

19 Feb 2019 20:30 Legenda Tenan

Setiap kota mempunyai makanan khas sendiri. Begitu juga Jakarta, selain menjadi ibu kota negara, kota metropolitan ini juga menyimpan beberapa jenis makanan khas Betawi, salah satunya adalah kerak telor.

Kerak telor merupakan makanan khas Betawi yang terbuat dari bahan beras ketan putih  telur ayam, ebim (udang kecil) dan bawang merah goreng yang nantinya ditambah bumbu halus seperti cabai merah, kencur, jahe, garam, gula pasir, merica butiran, dan suiran kelapa yang sudah di sangrai.

Kerak telor dimasak menggunakan wajan. Saat kerak telor sudah setengah matang,wajan berisi kerak telor itu dibalik dan dibiarkan terkena bara api sambil dikipasi.

Ketika agak kering dan matang, barulah kerak telor disajikan dengan serundeng yang berasal dari kelapa parut, juga bawang goreng. Bentuknya yang seperti omelet, kerak telor sering disebut omelet Batavia.

Budayawan Betawi Riduwan Saidi, menceritakan , kerak telor tercipta secara tidak sengaja pada zaman penjajahan Belanda dahulu karena hasil coba-coba orang Betawi yang tinggal di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Jakarta yang dulu terkenal dengan nama Batavia memiliki banyak pohon kelapa, sehingga warga memanfaatkan buah kelapa untuk memasak beragam makanan, salah satunya kerak telur.

Sekitar tahun 1970, warga Betawi baru mulai berani menjajakan kerak telor di kawasan Tugu Monas. Makanan ini menjadi daya tarik wisatawan yang datangan ke Jakarta. Bahkan, kerak telor pun menjadi makanan kaum elite.

Untuk mendapatkan kerak telor, memang gampang-gampang susah. Soalnya, kerak telor cuma muncul setahun sekali, yaitu di bulan Juni-Juli dalam rangka merayakan ulang tahun Jakarta. Resep kerak telor memang beredar di mana-mana. Tapi memasak kerak telor, tidak semudah seperti yang dilakukan oleh pedagang kerak telor berpengalaman.

Persiapan untuk membuat kerak telor membutuhkan waktu lebih dari sehari. Terutama di tahap awal saat membuat beras ketannya lunak tanpa dimasak, yaitu dengan cara direndam semalaman. Kalau tidak, beras ketan yang hanya dimasak sebentar saat kerak telor dibuat bakal terasa seperti nasi yang belum matang.

Aroma kerak telor sangat menggoda ketika bahan bahannya mulai dibakar di atas anglo dengan bahan bakar dari areng kelapa.

 

Pedagang kerak telor di kebun binatang Ragunan jakarta, mematok harga untuk telor ayam satu porsi rp 25 ribu dan Rp 35 ribu untuk telur bebek. Ke Jakarta yang lewatkan untuk mencicipi gurihnya kerak telor Betawi. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini