Ilustrasi: Fa Vidi/Ngopibareng.id)

Kepemimpinan yang Mampu Membangun Optimisme

As’ad Said Ali 13 September 2020 08:35 WIB

RENUNGAN PAGI. Mempertahankan dan memelihara persatuan adalah elemen dasar bagi tetap tegaknya “Negara Indonesia yang Berdasarkan Pancasila”. Bhineka Tunggal Ika merupakan doktrin persatuan warisan leluhur bangsa yang dikumandangkan kembali oleh Bung Karno pada 1951.

Doktrin itu lahir kembali karena setelah merdeka, rasa persatuan yang ditegaskan dalam “Sumpah Pemuda", berpotensi terkoyak ketika setiap golongan dan daerah, saling memperjuangkan kepentingan masing-masing, sehingga terjadi “conflict of interest”.

Pasca-Reformasi ketika krans kebebasan dibuka lebar bahkan sangat lebar melalui liberalisasi politik, ekonomi, sosial- agama sesuai persyaratan lembaga keuangan dunia sebagai kepanjangan negara donor untuk mengentaskan dari krisis ekonomi dan moneter, bibit perpecahan muncul lagi dan lebih masif.

Sejak akhir 1990-an, mulai masuk trans-nasional ideologi dan trans-nasional organisasi, baik politik, agama, jurnalis, buruh dan lain-lainnya. Ada aspek positif, karena terjadi transformasi nilai untuk perkuat khasanah visi bangsa. Tetapi ketika anak bangsa menelan nilai baru asing tanpa filter “Pancasila", maka muncullah gejala perpecahan. Dan itulah yang kita rasakan sekarang.

Tidak ada kata lain, kita harus terus belajar menjadi saudara dalam ikatan kebangsaan dan menghargai perbedaan masing-masing karena kalau tidak kita hancur ditelan arus globalisasi yang ganas. Uni Soviet terpecah menjadi 15 negara, Yugoslavia 6 neg,Cekoslovakia dan Sudan jadi dua negara, karena tekanan asing saudara kita Timor Leste juga memisahkan diri. Cukup di situ.

Dan persatuan tetap terpelihara kalau kita seluruh warga bangsa menyadari pentingnya wawasan persatuan yang diiwariskan oleh pemimpin bangsa sejak lama. Karena itu adalah kearifan lokal.

Rakyat mengikuti di belakang dan para pemimpin yang memimpin di depan. Kita senantiasa memerlukan pemimpin bijak, tahu aspirasi rakyat, adil dan berbicara jujur serta mampu membangun optimisme.

Dr. KH. As'ad Said Ali

(Pengamat sosial politi, tinggal di Jakarta)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Oct 2020 08:14 WIB

Debat Kepribadian

Dahlan Iskan

Pilpres AS memasuki masa debat calon pilpres. Siapa yang menang?

01 Oct 2020 07:45 WIB

Lapierre Aircode DRS, Upgrade Sepeda Aero Jadi Nyaman dan Laju

Gowes Bareng

Lapierre tidak hanya membuat sepeda lebih aerodinamis, geometri frame juga membuat posisi cyclist jadi lebih aero.

01 Oct 2020 07:36 WIB

Mendadak, Nasrudin Hoja Tak Dikenal

Humor Sufi

Humor sufi mengasah kepekaan diri

Terbaru

Lihat semua
01 Oct 2020 08:14 WIB

Debat Kepribadian

Dahlan Iskan
Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...