Menko Polhukam Wiranto sedang ditandu karena luka tusuk pada perut kiri oleh pelaku yang diduga jaringan teroris. (Foto: Istimewa)

Kepala RSPAD Gatot Subroto: Kondisi Wiranto Stabil

Nasional 10 October 2019 21:32 WIB

Kepala RSPAD Gatot Subroto, Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto mengatakan kondisi Menko Polhukam Wiranto yang terkena luka tusuk pada bagian perut sebelah kiri oleh pelaku teroris sudah stabil.

"Alhamdulillah operasi terhadap Pak Wiranto yang ditangani tim dokter RSPAD Gatot Subroto berjalan lancar," kata dr Terawan kepada wartwan di RSPAD Gatot Subroto, Kamis 10 Oktober 2019.

Kata dokter kepresidenan, untuk sementara, hanya pihak keluarga, istri dan anak-anaknya yang boleh masuk kamar perawatan di Paviliun Kartika, Gatot Subroto. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BIN Budi Gunawan sempat melihat langsung kondisi Wiranto beberapa saat setelah tiba di RSPAD Gatot Subroto.

Terkait dengan insiden yang menimpa pejabat negara, Presiden Jokowi menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku dan jaringannya.

"Aparat keamanan tidak boleh kalah dengan teroris dan kelompok radikal yang ingin membuat negara ini gaduh," kata Presiden.

Sementara, Kepala BIN Budi Gunawan mengatakan pelaku penusukan terhadap Menko Polhukam, sudah teridentikasi anggota jaringan JAD yang pernah bermarkas di Bekasi.

Penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto menggunakan senjata khusus ala ninja. Senjata berbentuk mirip pisau itu biasa disebut sebagai kunai.

Berdasarkan serangkaian foto yang diperoleh ngopibareng.id, senjata yang biasa dipakai ninja itu berbentuk pisau dengan dua sisi kiri dan kanan tajam serta ujung lancip.

Pada bagian gagang pisau terlilit tali berwarna merah dan dipangkal pisau berbentuk lubang bundar untuk keseimbangan jika pisau dilempar dan bisa menancap sempurna.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo membenarkan penampakan pisau ala ninja yang digunakan pelaku.

Penusukan Wiranto terjadi di Pintu Gerbang Lapangan Alun-alun Menes desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Pandeglang, 10 Oktober 2019 Pukul 11.55 Wib. Pelaku penusukan diketahui ada dua orang.

Dua pelaku yang kini dievakuasi ke Mabes Polri adalah Fitri Andriana Binti Sunarto, warga Sitanggai Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes dan Syahril Alamsyah alias Abu Rara warga Jalan Syahrial, Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara.

Menurut informasi yang beredar bahwa keduanya memang sedang menunggu kedatangan Menko Pulhukam dan rombongan yang hendak meninggalkan Helly Pad Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang.

Akibat penusukan tersebut dikabarkan Wiranto mengalami luka pada bagian perut. Setelah mendapat pertolongan pertama di RSUD Pandeglang, Wiranto kemudian diterbangkan dengan helikopter ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Selain Wiranto, ada dua yang juga mengalami luka akibat penusukan yang membabi buta oleh pelaku laki-laki itu, yakni Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan H Fuad Sauki. Kompol Dariyanto mengalami luka tusuk pada punggung, sementara Fuad mengalami luka tusuk pada dada sebelah kiri atas.(asm)

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Sep 2020 02:45 WIB

Nyai Nur Ismah, di Antara Perempuan-Perempuan Penjaga Al-Quran

Khazanah

Putri ulama lengedaris KH Abdullah Salam dari Kajen Pati

21 Sep 2020 23:55 WIB

Update Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Kriminalitas

Polisi melimpahkan berkas perkara penusukan Syekh Ali Jaber ke kejaksaan.

21 Sep 2020 18:05 WIB

Antisipasi Kluster Pilkada, Kapolri Keluarkan Maklumat

Nasional

Ada 4 poin maklumat Kapolri di tengah desakan penundaan pilkada.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...