Motor yang didesain khusus untuk mendelivery BBM/Elpiji yang menunjang Pertamina Delivery Services di Jatim dan Bali. (Foto: Faiq/ngopibareng.id)

Kendaraan Anda Habis Bensin di Jalan, Pertamina Punya Solusinya

Ekonomi dan Bisnis 05 December 2019 20:43 WIB

Kendaraan Anda mogok di jalan raya karena bensin habis? Kini tak perlu khawatir. Pasalnya, Pertamina kini punya program baru, yang memanjakan pengendara yang lupa 'isi bensin'.

Program tersebut ialah Pertamina Delivery Services (PDS). PDS merupakan inovasi baru dari Pertamina. Program ini sudah diujicobakan di Jakarta sejak Agustus 2019 lalu. Setelah dilakukan uji coba tersebut, Pertamina kemudian melakukan ekspansi sebanyak 62 SPBU yang berada di seluruh Indonesia. Sebanyak 11 SPBU di antaranya berada di Jawa Timur dan Bali.

Layanan PDS dikenalkan langsung oleh General Manager Pertamina MOR V (Jatim, Bali, Nusra) Werry Prayogi di SPBU COCO 51.601.65 Jemursari, Surabaya.

“Layanan ini merupakan sebuah inovasi terbaru dimana konsumen akan diberikan kemudahan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan juga LPG sehingga mereka tidak perlu repot untuk keluar rumah untuk mendapatkannya,” ujar Werry di lokasi, Kamis 5 Desember 2019 siang.

Dalam layanan PDS ini nantinya, konsumen hanya perlu menghubungi Contact Center Pertamina 135 untuk menggunakan layanan tersebut.

Nantinya BBM dan LPG tersebut akan langsung diantarkan oleh petugas pengantar. Adapun jenis BBM yang dapat digunakan pada layanan ini adalah Pertamax Turbo dan Pertamina Dex, serta Bright Gas 5,5 Kg untuk produk LPG.

Selain itu, layanan PDS ini juga tetap mengedepankan aspek safety dalam praktiknya. Sesuai dengan komitmen Pertamina untuk selalu mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, dan Environment) petugas pengantar atau kurir dari PDS akan dilengkapi dengan peralatan safety dalam mengirimkan BBM dan LPG kepada konsumen.

“Kendaraan bermotor yang digunakan oleh kurir sudah diuji kelayakannya untuk jalan dan dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) 1 Kg untuk keamanan saat mengirimkan BBM dan LPG kepada konsumen”, ujar Werry.

Untuk wilayah Jawa Timur, layanan PDS dapat ditemui di 10 titik SPBU, dengan rincian 6 SPBU di Surabaya, 2 SPBU di Sidoarjo, dan 2 SPBU di Malang. Sedangkan di luar Jawa Timur, dapat ditemui 1 titik di Bali.

Adapun harga BBM yang dijual sama dengan harga di SPBU dengan tambahan biaya antar Rp20 ribu per tujuan. Minimum order adalah 10 liter dengan maksimal 30 liter, sesuai dengan kapasitas motor pengantar BBM dan memperhatikan aspek safety dalam pengantaran BBM dan LPG kepada konsumen.

"Jadi untuk radius, kita akan melayani mereka dengan jarak maksimal 20 kilometer," kata Werry.

Khusus bulan Desember ini, dalam rangka launching Program PDS, Pertamina memberikan bebas biaya antar (gratis) hingga 31 Desember 2019

Bagi pelanggan yang belum terjangkau layanan PDS, saat ini juga bisa dengan mudah mencari SPBU terdekat melalui aplikasi MyPertamina. Aplikasi MyPertamina sendiri merupakan aplikasi mobile yang bisa didapatkan melalui Google Playstore maupun Applestore untuk memudahkan konsumen dalam mendapatkan informasi seputar Pertamina seperti info SPBU, event, produk, dan lainnya.

“Kami harap dengan adanya layanan PDS ini dapat memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mendapatkan BBM dan LPG di sekitar, sesuai dengan komitmen Pertamina untuk dapat memenuhi aspek Availability dan Accessibility dalam menjalankan operasi bisnisnya," ucap Werry.

Terkait baru 10 titik di Jatim, Werry mengatakan Pertamina akan menambah titik-titik yang bisa melayani PDS.

"Pasti akan ditambah, tapi baru mulai tahun depan," pungkasnya.

Penulis : Faiq Azmi

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Sep 2020 23:45 WIB

Sudah Daftar KPU Tapi Masih Reses, Armuji Dikritik Pengamat

Pilkada

Menurut Agus, reses yang dilakukan Armuji kurang baik.

18 Sep 2020 21:59 WIB

Pria di Malang Ciptakan Alat Agar Warga Nyaman Pakai Masker

Teknologi dan Inovasi

Alat itu diberi nama Global Respiration Guard (GRG).

18 Sep 2020 21:14 WIB

Menko PMK Temukan Beras Bansos di Malang Kurang dari Ketentuan

Jawa Timur

Seharusnya bobot beras yang sesuai ketentuan seberat 15 kg

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...