Kenali Glaukoma, Penyebab Retina Mata Thareq Habibie Rusak

14 Sep 2019 15:50 Kesehatan

Sosok putra bungsu Presiden ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Thareq Kemal Habibie mendadak jadi sorotan karena penampilannya.

Tampil memberikan pernyataan resmi usai sang ayah meninggal, penampilan Thareq Habibie memicu tanda tanya masyarakat. Adik Ilham Habibie ini tampil dengan mengenakan satu penutup mata sebelah kanan.

Penampilan tersebut mungkin mengingatkan para penggemar film Avengers dengan bos Nick Fury. Hal ini sempat menjadi teka-teki di kalangan masyarakat Indonesia.

Namun, alasan Thareq Kemal Habibie menggunakan penutup mata akhirnya terungkap. Sang kakak, Ilham Habibie mengatakan adiknya tersebut terkena penyakit glaukoma yang merusak bagian retina mata.

"Penyakit yang diderita Thareq, adek saya adalah glaukoma. Glaukoma adalah penyakit yang merusak retina," ujar Ilham.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memulihkan kembali kondisi mata pria berusia 52 tahun tersebut. Dengan penjelasan tersebut, kabar yang beredar di media sosial soal Habibie akan mendonorkan kornea mata sebelum dikebumikan adalah hoaks.

"Jadi kalau bahasa now (jaman sekarang), namanya hoaks, Jadi enggak mungkin, memang tidak bisa ditolong, itu memang harus dengan cara yang lain tapi belum ditemukan," ucap Ilham.

Gelaja Glaukoma

Dikutip dari WebMD, glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh kerusakan saraf mata yang dikaitkan dengan peningkatan tekanan bola mata dan gangguan lapang penglihatan.

Kerusakan ini bersifat permanen, dan dapat berakhir pada kebutaan. Glaukoma merupakan salah satu penyakit penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, khususnya di Asia.

Glaukoma dapat merusak penglihatan dengan perlahan sehingga seringkali penderita tidak menyadari kerusakan tersebut sampai akhirnya kerusakan yang terjadi sudah cukup parah.

Kondisi tekanan pada bola mata dapat terjadi di semua usia namun lebih sering terjadi pada usia lebih dari 60 tahun.

Gejala yang muncul akan berbeda-beda pada setiap penderita glaukoma. Umumnya penderita glaukoma akan mengalami gangguan penglihatan, di antaranya:

1. Penglihatan kabur

2. Terdapat lingkaran seperti pelangi ketika melihat ke arah cahaya terang

3. Memiliki sudut buta (blind spot)

4. Kelainan pada pupil mata, seperti ukuran pupil mata tidak sama.

Penyebab Glaukoma

Tekanan bola mata atau tekanan intraokular yang terlalu tinggi merupakan faktor utama penyebab glaukoma. Tekanan bola mata yang tinggi akan menekan saraf optik yang terletak di belakang mata. Lama-lama saraf ini bisa rusak akibat terjadinya penurunan aliran darah ke saraf mata karena tertekan tersebut.

Selain tekanan bola mata, ada beberapa kondisi lain yang juga bisa memicu terjadinya glaukoma, seperti:

1. Aliran darah yang tidak lancar ke saraf optik atau terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah mata

2. Cedera akibat paparan zat kimia pada mata

3. Infeksi dan peradangan mata yang parah

4. Penggunaan obat-obatan kortikosteroid

Pengobatan Glaukoma

Sayangnya, kerusakan mata yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diobati atau diperbaiki kembali. Namun, pengobatan tetap perlu dilakukan untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada mata.

1. Obat tetes mata

Penggunaan obat tetes mata baik dilakukan untuk mengurangi pembentukan cairan pada mata karena adanya penekanan.

2. Gunakanlah pelindung mata

Cedera mata yang serius dapat menyebabkan glaukoma. Kenakanlah pelindung mata saat berolahraga atau saat bekerja dengan menggunakan alat-alat listrik.

3. Operasi

Operasi ini dapat ditempuh ketika kondisi sudah tidak lagi dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Operasi yang dilakukan biasanya berlangsung selama 45-75 menit.

4. Laser

Ada dua jenis laser yang dapat dilakukan sebagai langkah pengobatan glaukoma, yaitu trabekuloplasti dan iridotomi. Trabekuloplasti merupakan tindakan yang biasa dilakukan untuk orang yang mengidap glaukoma sudut terbuka. Sedangkan iridotomi merupakan tindakan yang dilakukan untuk pengidap glaukoma sudut tertutup.

Penulis : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini