Spot foto yang indah, dan Bali menjadi favorit untuk Wisman Australia. Foto:Istimewa

Sales Mission and Photography ExhibitionsKemenpar pun Goda Australia dengan Rayuan Maut

15 Mar 2018 05:32

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Terdapat istilah keren di lingkup Kementerian Pariwisata RI. Apa itu, "pantang berhenti merayu sebelum wisatawan datang". 

Tak percaya? Nih simak rayuan maut terbaru meraka.

Kemenpar akan menggelar Wonderful Indonesia Sales Mission and Photography Exhibitions. Lokasinya di ZINC at Federation Square, Melbourne CBD, Australia. Tepatnya 22 Maret mendatang.

“Respons pasar Australia sangat bagus. Itu alasan kenapa Australia terus menjadi bidikan untuk berpromosi. Rata-rata mereka spending bisa mencapai US$1.189 dolar, sudah bisa datang dan menginap selama tujuh malam di Bali,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya di Jakarta.

Menurut Nia, venue Sales Mission and Photography Exhibitions sengaja dipilih di jantung Kota Melbourne. Sebab, hampir seluruh aktivitas masyarakat Melbourne berpusat di sana. Posisi Zinc at Federation Square di Melbourne CBD, posisinya sangat dekat dengan ikon Kota Melbourne. 

"Kami bersyukur akhirnya kami hadir langsung di pusat dan jantung originasi dan pasar utama pariwisata Indonesia. Karena, Australia merupakan 10 persen berkontribusi dalam pencapaian target Wisman di tanah air. Nah ini sesuai dengan arahan pak Menteri Pariwisata Arief Yahya, kita goda dengan foto-foto destinasi indah dengan penjualan paket-paket wisata,” tambah Nia.

Mengusung tema The Jewel of South-East Asia, kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan dan memamerkan karya fotografi. Karya tersebut merupakan hasil jepretan fotografer bawah laut ternama. 

Mulai dari insan pertelevisian, blogger, dan agen perjalanan asal Australia. Mereka telah datang ke Indonesia pada kegiatan perjalanan wisata pengenalan pada tahun 2017 silam.

Sejalan dengan pameran fotografi, tambah Nia, kegiatan sales mission juga dilaksanakan. Tujuannya memperkenalkan destinasi-destinasi di beyond Bali. Seperti Tanah Toraja, Pulau Komodo, Borobudur, dan Raja Ampat kepada para undangan dan sellers.

“Sales Mission ini sangat ideal karena menyiapkan kesempatan untuk berinteraksi, saling bertukar pertanyaan. Serta bisa berinteraksi hangat dengan perwakilan dari pelaku pariwisata dan industri di sana. Hal itu untuk menciptakan kesempatan menjual sekaligus mempromosikan destinasi-destinasi ini ke pasar Australia,” tambahnya.

Pada kegiatan kali ini, Wonderful Indonesia akan menggandeng buyers. Yaitu berasal dari pihak airlines, industri pariwisata dan hotel, serta agen perjalanan dari Australia. 

Sedangkan sellers dari Indonesia yang akan berpartisipasi berasal dari kelima destinasi yang menjadi fokus utama dipromosikan pada kegiatan itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memang sangat konsentrasi dengan pasar Australia. menurutnya, kegiatan Sales Mission and Photography Exhibitions sebuah solusi brilian. Nantinya, para calon wisatawan Australia bisa melihat foto-foto destinasi secara langsung.  

"Acara itu harus dapat meningkatkan penjualan paket-paket wisata ke destinasi di Indonesia. Jarak Australia dan Indonesia tidak terlalu jauh dan ketertarikan wisatawan mancanegara asal Australia terhadap daya tarik dan destinasi-destinasi pariwisata Indonesia, sangat besar. Apalagi, 90% masyarakat Australia memiliki jadwal berlibur dan memiliki daya beli tinggi untuk paket liburan,” ujarnya.  

Creating 10 New Bali menjadi program pemerintah untuk mengembangkan destinasi wisata di luar Bali. Para investor dan pebisnis Australia dapat berinvestasi di sektor pariwista bekerja sama dengan Indonesian counterparts, seiring kemudahan berinvestasi di Indonesia.