Staf Khusus Kemenpar, Don Kardono. foto:kemenpar
Staf Khusus Kemenpar, Don Kardono. foto:kemenpar

Kemenpar Pertemukan Empat Komponen Industri Pariwisata  

Ngopibareng.id Gerak Wisata 20 March 2018 17:01 WIB

Kementerian Pariwisata mempertemukan empat komponen industri pariwisata. Mulai dari unsur pemerintah, artis, enterpreneur hingga pengelola tempat wisata.  

Pertemuan dilakukan dalam Workshop Matchmaking CoE, Digital Destination, Diaspora Restauran, with Co Branding Partners. Lokasinya di Royal Hotel Kuningan, Jakarta, Selasa (20/3). Tujuan dari pertemuan itu adalah untuk mempromosikan industri pariwisata Indonesia secara massif.

"Empat komponen kita pertemukan. Semuanya merupakan partner Kemenpar di tahun 2018. Saya harap pertemuan kali ini bisa menghasilkankerjasama dengan baik," ujar Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana.

Menurutnya, kerjasama itu prasyarat dan keharusan maju bersama. Sedangkan pemerintah akan men-support industri untuk pembangunan pariwisata.

"Kami jadi mak comblang. Sehingga, dari industri yang bisa menjalin kerjasama. Apa yang bisa dikontribusikan  oleh destinasi digital. Apa yang bisa dikontribusi diaspora restaurant, CoE, dipertemukan untuk mencapai sesuatu kerjasama antar pelaku industri," kata Pitana.

Pakar Marketing yang juga Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis Kemenpar Yuswohady menambahkan, akan ada empat kategori partnership package dalam workshop ini.

Pertama ada kategori Wonderful Indonesia. Di kategori ini, syarat utamanya partner harus melakukan ekspor. Tentunya  dengan brand sendiri minimal dua tahun. Lalu yang kedua sudah hadir minimal di tiga negara.

Kemudian, ada kategori Pesona Indonesia Partner. Ketiga terdapat endorser of WI/PI dan yang terakhir Friends of WI/PI. "Yang friend ini bisa dilakukan siapa saja. Walaupun tidak termasukdalam 3 kategori lainnya, tetapi memiliki komitmen untuk mempromosikan WI/PI," kata Yuswohady.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengapresiasi Workshop yang digelar untuk menyatukan persepsi ini. Dalam hal branding atau pemasaran, Menpar memiliki strategi co-branding dengan 10 existing restoran Indonesia di luar negeri.

“Saya telah mencoba namun gagal untuk membuka restoran di luar negeri. Biayanya tidak murah. Dan pemerintah tidak menyediakan anggaran. Sebagai pembanding, pemerintah Thailand memberi subsidi setara dengan US$ 100 ribu kepada yang membuka restoran Thailand. Akhirnya saya putuskan adalah branding existing restoran yang sudah ada. Atau yang disebut dengan Diaspora Restauran,” ujarnya.(*)

FotoKemenparFoto:Kemenpar
FotoKemenparFoto:Kemenpar

Penulis : Widi Kamidi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 10:30 WIB

HUT RI Saat Pandemi, Kemenparekraf Bikin Lomba Berhadiah Semiliar

Nasional

Peringatan dirayakan di tengah pandemi Covid-19.

30 Jul 2020 20:10 WIB

Menpar: Pemulihan Sektor Wisata akan Membuka Lapangan Pekerjaan

Ekonomi dan Bisnis

Pemulihan sektor wisata akan membuka lapangan pekerjaan.

11 Feb 2020 13:15 WIB

Tarik Minat Wisata, Indonesia Akan Gelar Turnamen Esports Dunia

Ekonomi dan Bisnis

Dalam turnamen ini hanya mempertandingkan game Free Fire.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...