Ilustrasi Hepatitis A. (Foto: istimewa)
Ilustrasi Hepatitis A. (Foto: istimewa)

Kemenkes Beri Perhatian Khusus Merebaknya Hepatitis A di Jatim

Ngopibareng.id Jawa Timur 05 July 2019 17:51 WIB

Kementerian Kesehatan terus memantau terjadinya kasus penyakit Hepatitis A yang terjadi di Provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Pacitan yang telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terhadap penyakit tersebut.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr Wiendra Waworuntu, M.Kes saat dihubungi dari Banjarmasin, Jumat (5/7), tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan masih melakukan penelitian dan penyelidikan terhadap kasus KLB hepatitis A yang terjadi di Pacitan.

Tim dari Kementerian Kesehatan bersama dengan dinas kesehatan provinsi serta kabupaten melakukan penyelidikan epidemologi untuk mengetahui sumber penularan penyakit guna mencegah lebih banyak kasus yang terjadi.

Wiendra menegaskan bahwa kasus hepatitis A di Pacitan memang sudah dinyatakan KLB, sementara untuk kabupaten tetangganya yakni Trenggalek tidak ditetapkan KLB.

“Pacitan sudah ditetapkan KLB, Trenggalek tidak, karena masalah hepatitis A di sana sudah bisa ditanggulangi,” katanya. Status KLB di Pacitan tidak akan ditarik sebelum kasus penularan berhenti, kemudian telah melewati 2 kali masa inkubasi.

RSUD dr Soedomo di Trenggalek menyatakan bahwa kasus penyakit hepatitis di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Dia mencatat pada 2017 tercatat sebanyak 203 kasus, 2018 sebanyak 263 kasus dan kurun pertengahan 2019 ini sebanyak 303 kasus. Namun peningkatan kasus tersebut untuk semua jenis penyakit hepatitis, yakni hepatitis A, B, dan C.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek sebelumnya juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan agar tidak tertular penyakit tersebut. Sementara bagi warga yang tertular virus tersebut, Menkes meminta untuk istirahat.

“Istilah saya diistirahatkan livernya, liver itu lebih banyak kerja untuk karbohidrat, gula. Itu biasanya kita kurangin. Hepatitis kan tidak ada obatnya, tadi saya bilang istirahat, itu virus, imbauan untuk masyarakat jaga kebersihan, sebelum makan cuci tangan dulu," kata Nila. (ant)

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

18 Nov 2020 19:15 WIB

Terminal di Magetan dan Nganjuk Sabet Juara Taat Prokes Covid-19

Jawa Timur

Khofifah pesan masyarakat tetap taat protokol kesehatan

17 Nov 2020 17:00 WIB

1.034 Nakes di Kota Malang Bakal Dapat Jatah Vaksin Covid

Jawa Timur

Masih tunggu petunjuk teknis dari Kemenkes RI.

12 Nov 2020 17:45 WIB

Vaksinasi Covid, Dinkes Kota Malang Tunggu Juknis Kemenkes

Rek, Ojok Angel Tuturane

Sudah lakukan pendataan penerima vaksin.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...