Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Tiga maskapai penerbangan akan diberi sanksi Kementerian Perhubungan. (Foto:AP)
Bandara Internasional Kualanamu, Medan. Tiga maskapai penerbangan akan diberi sanksi Kementerian Perhubungan. (Foto:AP)

Kemenhub akan Beri Sanksi Tiga Maskapai Penerbangan

Ngopibareng.id Ekonomi dan Bisnis 25 September 2020 11:11 WIB

Tiga masakapai penerbangan nasional akan dikenai sanksi karena dianggap melanggar batas kapasitas pesawat 70 persen dan tidak menerapkan jaga jarak pada masa pandemi, baik di dalam pesawat maupun di bandara.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan tiga maskapai tersebut, yang tidak disebutkan masakapai penerbangan apa, dipastikan kena denda administratif maksimal Rp300 juta.

Berdasarkan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) yang dilakukan oleh Otoritas Bandar Udara Wilayah II Kualanamu Medan, Sumatera Utara, terdapat tiga perusahaan penerbangan yang tidak menerapkan prinsip jaga jarak dalam kabin pesawat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Ada tiga perusahaan penerbangan yang tidak menerapkan prinsip jaga jarak di dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body atau berbadan sedang dan wide body atau berbadan lebar yang digunakan untuk angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri, sesuai dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang berdasarkan karakteristik penumpang maksimal 70 persen kapasitas angkut. Kami pastikan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Dirjen Novie  di Jakarta, Jumat.

Adapun sanksi yang diberikan sesuai dengan Peraturan Menteri 56 Tahun 2020 Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di Bidang Penerbangan berupa sanksi denda administratif sebesar 250 - 3000 per finalti unit ( satu finalti unit = Rp100.000) atau Rp25-300 juta.

“Melalui Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2020 ini menjadi salah satu bukti bahwa kami Kemenhub terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, siapapun yang melanggar, akan kami berikan sanksi tegas,” ujarnya.

Sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri 56 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memberikan surat teguran serta pencabutan izin rute terhadap perusahaan penerbangan yang melanggar ketentuan pembatasan kapasitas maksimum di dalam pesawat.

“Saya berharap semua perusahaan penerbangan dapat mematuhi ketentuan yang berlaku, bersama-sama kita terapkan protokol kesehatan dengan baik, demi penerbangan yang selamat, aman dan sehat,” katanya.(ant)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Oct 2020 20:16 WIB

Melesat Sejak Awal, Morbidelli Juara MotoGP Teruel 2020

MotoGP

Morbidelli tak terkejar oleh lawan-lawannya.

25 Oct 2020 20:05 WIB

Pandemi Covid-19, Arema FC Tak Ingin Tambah Pemain Asing

Liga Indonesia

Manager anggap dua pemain asing saja sudah cukup.

25 Oct 2020 19:36 WIB

Menangkan Pilkada 2020, PDIP Jatim Gembleng Tim Cyber Media

Pilkada

Mereka diharapkan menjadi garda terdepan memenangkan PIlkada di 'udara'

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...