Ilustrasi Ujian Nasional. (Foto: Istimewa)

Kemendikbud Pastikan UN Tetap akan Dihapus, Apapun yang Terjadi

Nasional 14 December 2019 15:11 WIB

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan rencana penggantian Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter akan terus berjalan.

"Kami bersama-sama dengan Komisi X (DPR) akan memastikan bahwa ini merupakan kebijakan, nanti bersama Komisi X akan merumuskan bersama-sama grand design seperti apa yang bisa menjadi tolak ukur atau titik tolak untuk melakukan perubahan-perubahan pendidikan ke depan," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Mardiana ketika ditemui usai diskusi di Jakarta Pusat pada Sabtu, 14 November 2019.

Hal itu dia tegaskan karena terdapat kekhawatiran rencana penggantian UN itu tidak akan terjadi bila muncul skenario penggantian pucuk pimpinan Kemendikbud.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan rencana untuk mengganti format Ujian Nasional yang berlaku saat ini menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Rencana itu, menurut Mendikbud Nadiem, baru akan dilaksanakan pada 2021 sementara pada 2020 siswa-siswa akan tetap mengikuti Ujian Nasional seperti yang berlaku selama ini.

Untuk memastikan bahwa rencana itu akan tetap berjalan, diperlukan peta jalan yang komprehensif agar penggantian tersebut bisa berjalan, menurut anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Putra Nababan, yang juga hadir dalam diskusi tersebut.

"Sekarang apa yang disampaikan oleh saudara Menteri Pendidikan dam Kebudayaan itu baru berupa pernyataan oleh karena itu dalam rapat 7,5 jam di Komisi X kemarin kita minta saudara menteri menyediakan kajian yang sudah dilakukan terhadap (rencana) penghapusan UN," ujar politisi dari PDIP Perjuangan itu.

Tidak hanya berhenti sampai kajian, menurut Putra, tapi agar rencana itu tetap berjalan meski bila Mendikbud Nadiem tidak menjabat lagi maka diperlukan cetak biru komprehensif terkait rencana tersebut.

Cetak biru itu diperlukan terkait beberapa hal di antaranya kurikulum pendidikan yang akan diberlakukan dan peningkatan kemampuan guru, ujar dia.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

23 Sep 2020 14:30 WIB

Kuota Internet Gratis dari Kemendikbud Mulai Disalurkan

Nasional

Kemendibud sediakan laman khusus untuk memeriksa kuota.

21 Sep 2020 09:55 WIB

Ingin Dapat Kuota Gratis Kemendikbud? Begini Caranya

Nasional

Kuota internet diberikan pada pelajar dan pendidik dari PAUD hingga PT.

19 Sep 2020 09:39 WIB

Ketua Komisi X DPR: Bantuan Pulsa PJJ Realisasikan Secepatnya!

Nasional

Sebab sampai sekarang bantuan kuota internet dari Kemendikbud belum turun

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...