Kembalikan Formulir PDIP, Whisnu Beberkan Visi Misi

13 Sep 2019 16:35 Jawa Timur

Bakal Calon Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengembalikan formulir pendaftaran di Kantor DPC PDIP, Surabaya.

Whisnu datang bersama para pendukungnya menggunakan pakaian merah atribut partai berlambang banteng tersebut.

Usai diterima Ketua DPC PDIP Adi Sutarwijono, Whisnu membeberkan rencana membangun Kota Surabaya ke depan. Salah satu poinnya ialah Whisnu akan mengajak keterlibatan warga untuk membangun Kota Pahlawan.

"Keberlanjutan pembangunan di Kota Surabaya ke depan harus melibatkan peran serta masyarakat. Baik secara sosial kemasyarakatan, infrastruktur, Ekonomi dan Politik, Kebudayaan," kata Whisnu seusai menyerahkan Formulir Pendaftaran Bacawali di Kantor DPC PDIP Surabaya, Jumat 13 September 2019.

Putra mantan Wakil Ketua MPR RI, almarhum Sutjipto Soedjono ini menyatakan, keterlibatan partisipatif masyarakat dalam pembangunan Surabaya ke depan akan lebih menarik.

"Dengan begitu masyarakat Surabaya akan tergerak untuk ikut memiliki kotanya sendiri. Sehingga pembangunan bisa dirasakan sepenuhnya," kata Whisnu Sakti.

Peran partisipatif, menurut Whisnu bisa dalam berbagai bentuk semisal pembangunan wilayah pinggiran Surabaya yang tidak lagi dalam bentuk kebijakan secara top down melainkan bottom up.

"Mereka ingin pembangunan seperti apa? Mau dibangun bagaimana? Jadi nantinya Pemerintah Kota akan melakukan. Dengan begitu masyarakat pinggiran otomatis ikut menjaga," ujarnya.

Ia menilai modernisasi tidak harus menggusur nilai tradisional. Bahkan, penataan dan pembenahan yang bagus bisa mengimbangi dengan baik.

"Itu berlaku semua. Mau tentang pasar, budaya, transportasi dan sentra-sentra ekonomi bisa tetap eksis dan berbaur dengan modernisasi," katanya.

Namun, mantan Ketua DPC PDIP Surabaya 2009-2019 tersebut menggaris bawahi bahwa seluruh keberlanjutan pembangunan pasca Tri Rismaharini harus tetap berwawasan lingkungan. Dari segi lingkungan sendiri, kebijakan Pemkot kedepan tetap mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30 persen.

Menurut Whisnu, secara teknis hal tersebut sudah dipikirkan para ahli lingkungan sejak dulu. Sehingga akan tercipta Sustainable Development Goals (DGS) dengan baik.

"Kondisi ini menjadikan perimbangan pembangunan kota lebih baik. Termasuk menjadikan ruang terbuka hijau menjadi paru-paru kota dan membuat nyaman bagi warganya," katanya.

Usai memberi keterangan kepada awak media, Whisnu bersama pendukungnya melakukan konvoi di sekitaran jalan menuju ke arah Darmo.

Penulis : Faiq Azmi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini