KETERANGAN: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberi keterangan pers. (foto: dok ngopibareng.id)
KETERANGAN: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberi keterangan pers. (foto: dok ngopibareng.id)

Kembali ke Jati Diri Kemanusiaan, Ini Pesan Menag untuk Para Khatib Idul Fitri

Ngopibareng.id Khazanah 14 June 2018 14:34 WIB
“Umat Islam dalam menyemarakkan malam lebaran dengan cara takbiran, hendaknya melakukannya di masjid-masjid, musholla, lapangan-lapangan, dan tempat-tempat lain yang tidak mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas di jalan raya,” kata Lukman Hakim Saifuddin.

Umat Islam segera menyambut hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap para khatib shalat Id di seluruh masjid Indonesia dapat menyampaikan hakikat Idul Fitri dalam pesan khutbahnya.

“Semoga para khatib Shalat Id menyampaikan hakikat Idul Fitri, mengajak semua kita mampu kembali ke jatidiri kemanusiaannya, mampu menahan diri dari keinginan melakukan hal-hal tercela,” terang Menag Lukman dalam keterangan diterima ngopibareng.id, Kamis (14/6/2018).

“Pesan penting lainnya adalah mendorong umat Islam untuk selalu menebarkan kemaslahatan bagi sesama dalam merawat alam semesta,” sambungnya.

Kementerian Agama bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ormas Islam kembali menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1438H pada Kamis (14/6) nanti. Menag berharap tidak ada perbedaan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri sehingga umat Islam Indonesia bisa merayakan lebaran dan takbiran bersama-sama.

“Umat Islam dalam menyemarakkan malam lebaran dengan cara takbiran, hendaknya melakukannya di masjid-masjid, musholla, lapangan-lapangan, dan tempat-tempat lain yang tidak mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas di jalan raya,” pesannya.

Menurut Menag, takbiran adalah tradisi baik yang patut dipelihara. Karena itu, Menag mengajak umat Islam untuk tidak merayakan takbiran dengan menyalakan mercon dan petasan, atau hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya dan kerawanan sosial.

“Takbiran harus tetap terjaga kekhidmatannya. Merayakan malam lebaran juga jangan sampai dengan cara hura-hura yang berlebihan dan kelewat batas,” harapnya.

Menag menilai, Idul Fitri tahun ini menjadi momen yang tepat bagi warga bangsa untuk memperkuat silaturrahim dan merajut ukhuwah dalam rangka meneguhkan persatuan dan kesatuan Indonesia. (adi)

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Feb 2021 07:11 WIB

Mengubah Kementerian Agama? Ini Fakta Negara Pancasila

As’ad Said Ali

Mewaspadai sikap penganut Liberalisme

22 Feb 2021 07:14 WIB

Saat Rakyat Menagih Janji, Cara Ini Sungguh Menghebohkan

Humor Sufi

Sekadar humor di tengah pandemi Covid-19

20 Feb 2021 09:47 WIB

Manfaatkan Platform Digital, Imbauan Kemenag bagi Guru Ilmu Fikih

Khazanah

Perlu pahami literasi agama lintas budaya

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...