Kematian Guru SMAN 1 Leces Dipicu Penyakit Dalam

18 Jun 2019 18:20 Jawa Timur

Kematian Endang Sukeni, 59 tahun, guru SMA Negeri 1 Leces yang diduga karena dianiaya atau perampokan tidak terbukti.

Hasil otopsi menunjukkan, warga Jalan Anggur, Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu meninggal dunia karena penyakit dalam yang diidapnya.

“Hasil otopsi Tim Identifikasi Polda Jawa Timur, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Nanang Fendi Dwi Susanto, Selasa, 18 Juni 2019.

Hasil otopsi didukung temuan Tim Identifikasi Polres Probolinggo Kota yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Dari hasil otopsi dan olah kejadian perkara, kami menyimpulkan, yang bersangkutan meninggal dunia karena penyakit dalam,” ujarnya.

Disinggung soal kondisi korban yang wajahnya membiru, hidung berdarah, dan lidah menjulur, Kasat Reskrim menegaskan, hal itu merupakan dampak dari penyakit yang diidap Endang.

“Sekali lagi, hal itu bukan karena disebabkan oleh tindak kekerasan tetapi karena reaksi penyakit,” kata AKP Nanang.

Ditanya hilangnya tas berisi uang, kartu ATM, dan handphone milik Endang, Kasat Reskrim mengatakan, sedang diselidiki. “Soal hilangnya sejumlah barang milik korban, sedang kami selidiki,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Endang ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya di Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin, 17 Juni 2019. Jasad ibu beranak dua itu akhirnya dimakamkan di pemakaman umum di Wonoasih, Selasa pagi tadi. (isa)

Penulis : Ikhsan Mahmudi
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini