Walikota Hadi Zainal Abidin (tengah) saat memimpin rakor soal Covid-19 secara virtual. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)
Walikota Hadi Zainal Abidin (tengah) saat memimpin rakor soal Covid-19 secara virtual. (Foto: Ikhsan Mahmudi/Ngopibareng.id)

Kematian Akibat Covid di Kota Probolinggo 2 Kali Nasional

Ngopibareng.id Jawa Timur 27 October 2020 21:12 WIB

Persentase angka kematian akibat Covid-19 di Kota Probolinggo ternyata dua kali lipat angka nasional. Selama delapan bulan masa pandemi Covid-19 di Kota Probolinggo dilaporkan tingkat kematian mencapai 6,97% padahal tingkat kematian nasional 3,42%.

Hal itu terungkap dalam rakor secara virtual soal perkembangan Covid-19 yang dipimpin Walikota Hadi Zainal Abidin, Selasa, 27 Oktober 2020. Dilaporkan selama delapan bulan masa pandemi Covid-19 sebanyak 593 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Probolinggo mencapai 92,01% (setara 543 orang). Sedangkan , dengan tingkat kematian sebanyak 6,97% (42 orang). Kemudian 6 orang sisanya masih dalam perawatan.

“Dibanding tingkat kematian nasional yang mencapai 3,42 persen, angka kematian di Kota Probolinggo tergolong tinggi, 6,97 persen,” kata Habib Hadi, panggilan akrab walikota. Diduga penyebabnya banyak orang yang enggan datang ke rumah sakit untuk berobat sehingga penanganannya menjadi terlambat.

Walikota mengingatkan, momen liburan panjang ini harus diwaspadai. Soalnya Kota Probolinggo sebagai kota transit akan banyak disinggahi banyak orang selama libur panjang.

Senada dengan walikota, Wakil Walikota (Wawali) HM Soufis Subri mengatakan, semua pihak terus waspada terkait fluktuasi perkembangan virus dari Wuhan, China itu. “Semua pihak harus mengantisipasi potensi meningkatnya warga yang terkonfirmasi Covid-19 pasca liburan panjang akhir Oktober 2020 ini,” katanya.

Ungkapan wawali itu tidak berlebihan, mengingatk pada momen liburan panjang Agustus lalu, juga terjadi peningkatan warga yang terinfeksi Covid-19. Kota Probolinggo pun Agustus lalu kembali masuk zona merah pasca liburan.

“Kepada penegak hukum, kami minta untuk berjaga-jaga mengamankan objek-objek wisata yang dimungkinkan banyak dibanjiri pengunjung saat liburan panjang,” katanya.

Seperti diketahui, mulai Rabu-Minggu, 28 Oktober-1 November 2020, pemerintah menetapkan liburan panjang (long weekend). “Mari kita waspada, menjaga kondusivitas Kota Probolinggo,” ujar politisi Partai Demokrat itu.

Sementara itu Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo merilis perkembangan Covid-19 per Selasa, 27 Oktober 2020. Yakni, jumlah warg yang terkonfirmasi positif Covid-19 terakumulasi sebanyak 593 orang (dengan 5 orang terkonfirmasi baru).

Sedangkan yang dirawat 8 orang, sembuh 543 orang, meninggal dunia 42 orang (dengan 1 orang baru meninggal). Sementara yang suspect 8 orang dan probable 9 orang.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

22 Jan 2021 19:57 WIB

20 Hari Isolasi, Emil Ungkap Kondisi Terkini Gubernur Jatim

Jawa Timur

Terkait kembali aktifnya Khofifah Pemprov tunggu keputusan tim dokter.

22 Jan 2021 19:12 WIB

Wow! Pendaki Gunung Raung Sempat Berfoto Berlatarbelakang Erupsi

Jawa Timur

Termasuk beruntung karena berhasil mengabadikan momen istimewa.

22 Jan 2021 19:01 WIB

Jemput Paksa Jenazah Covid-19, Polisi Periksa Warga Kalibuntu

Jawa Timur

Polisi cari satu per satu warga Kalibuntu Probolinggo.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...