Peta risiko Surabaya masih merah. (Foto: Tangkapan Layar)

Kemarin, Surabaya Masih Zona Merah dan Persiapan Buka SMP

Surabaya 05 August 2020 08:59 WIB

Peta risiko Satgas Covid menyatakan Surabaya masih zona merah, serta rencana membuka kembali SMP menjadi dua di antara beragam peristiwa yang tersaji di Ngopibareng.id, kemarin, Selasa, 4 Juli 2020.

Peta Satgas Covid: Surabaya Zona Merah

Pernyataan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang menyebut Surabaya sudah masuk katagori zona hijau tak sesuai dengan peta risiko penyabaran virus corona atau Covid-19 milik Satgas Covid-19 pusat.

Berdasar data peta risiko di laman www.covid19.go.id, menunjukkan Surabaya masih dalam zona merah atau daerah dengan risiko tinggi. Warna merah menunjukkan penyebaran virus tidak terkendali. Pada peta yang dibuat merujuk pada data per 26 Juli 2020, tak ada satu pun wilayah di Jawa Timur yang masuk dalam zona hijau.

“Kalau risiko tinggi artinya transmisi lokal sudah terjadi dengan cepat, kemudian wabah menyebar secara luas dan banyak klaster-klaster baru,” jelas Pakar Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Dr. Windhu Purnomo, Selasa 4 Agustus 2020.

Untuk itu, kata Windhu, harus ada kerja-kerja nyata yang lebih tepat guna untuk menanggulangi penyebaran yang masif di Surabaya. Paling utama tentu penegakan aturan penerapan protokol kesehatan. Sebab saat ini ia melihat banyak warga yang bebas ke mana-mana tanpa menerapkan protokol kesehatan. Termasuk yang tak kalah penting adalah pembatasan gerak warga.

“Kalau masih ada lonjakan kasus baru ya harus ngerem dengan pembatasan. Menurut saya daerah merah orange di batas kota harus dilakukan pengetatan. Cuma permasalahannya semua kadung dibuka sehingga terjadi kelunturan ke mana-mana. Seperti Sidoarjo yang sempat orange jadi merah lagi karena bergerak ke Surabaya yang zona merah,” katanya.

Rencana Surabaya Buka SMP

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah melakukan persiapan mengenai rencana kembali membuka 21 sekolah SMP. Beberapa persiapan tersebut di antaranya melakukan pengkajian dan pengecekan kesehatan

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih belum dapat memastikan kapan 21 SMP tersebut benar-benar dibuka.

Sebab, lanjutnya, Pemkot Surabaya harus melakukan beberapa persiapan, sebelum mengembalikan siswa ke sekolah.

“Jadi memang kami masih punya waktu untuk mempersiapkan diri, dan itu dijelaskan oleh Pak Kepala Dinas Pendidikan (Kepala Disdik Surabaya, Supomo), mengenai kesiapan-kesiapan kita,” kata Irvan saat dikonfirmasi, Selasa, 4 Agustus 2020.

Langkah pertama, kata Irvan, Pemkot Surabaya akan melakukan pengkajian terkait kemungkinan membuka sekolah saat pandemi. Dalam hal ini, menurutnya, bakal melibatkan para pakar yang sudah berkompeten di bidangnya.

“Jadi kita melakukan pengkajian dan analisa dari semua pihak, terutama dari pakar. Termasuk dari IDI, epidemiolog, dokter anak, semua kita masukkan ke dalam rencana itu,” jelasnya.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 04:33 WIB

Pejabat Tinggi Tahta Suci Vatikan Mengaku Dipaksa Mundur

Internasional

Cardinal Giovanni Becciu mundur dari jabatannya.

26 Sep 2020 03:30 WIB

Magawa, Tikus Afrika yang Mengendus 67 Ranjau Darat

Internasional

Magawa mendapatkan penghargaan medali emas.

26 Sep 2020 02:30 WIB

Lawan Covid-19, Kementerian PPPA Berdayakan Ibu dan Anak

Nasional

Peran serta anggota keluarga dalam satu rumah tangga dinilai sangat penting dalam mencegah penularan virus Covid-

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...