Kemarin, Staf Wapres hingga Mantan Menteri Antri Jadi Direksi

26 Nov 2019 07:18 Nasional

Penunjukan staf khusus wakil presiden dan rencana masuknya beberapa mantan menteri jadi direksi BUMN menjadi dua berita hangat di ngopibareng.id, sepanjang Senin, 25 November 2019.

Staf Khusus Wapres

Wakil Presiden Ma'ruf Amin resmi menunjuk delapan staf khusus yang akan mendampinginya. Ada beberapa tokoh yang ditunjuk di antaranya mantan Menristek Dikti M Nasir dan Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas.

"Yang pertama Mantan Menteri Ristek Dikti M Nasir. Beliau ini saat ini ngurusi birokrasi juga menangani pendidikan serta isu strategis," kata juru bicara Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 25 November 2019.

Selain M Nasir, juga ada nama Guru Besar Hukum Universitas Indonesia, Satya Arinanto. Jika Nasir akan mengurusi pendidikan dan birokrasi, Satya akan ngurusi bidang hukum.

"Pak Satya sudah menjadi staf khusus mulai dari Pak Jusuf Kalla. Beliau nangani masalah hukum," kata dia.

Selanjutnya ada nama Lukmanul Hakim yang ditunjuk menjadi Staf Khusus Wapres bidang Ekonomi dan Keuangan. Saat ini, Lukmanul adalah pengurus pusat MUI.

Berikut nama lengkap staf khusus wapres:

Berikut delapan nama staf khusus yang ditunjuk Ma'ruf Amin:

1. Masduki Baidlowi-Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi

2. Muhammad Imam Aziz-Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah

3. Satya Arinanto-Staf Khusus Wapres Bidang Hukum

4. Sukriansyah S Latief-Staf Khusus Wapres Bidang Infrastruktur dan Investasi

5. Robikin Emhas-Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga

6. Mohamad Nasir-Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi Birokradi

7. Lukmanul Hakim-Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan

8. Masykur Abdillah-Staf Khusus Wapres Bidang Umum.

Mantan Menteri Antri Jadi Direksi

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok resmi menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), setelah memperoleh surat keputusan (SK) dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebelumnya, Ahok sempat mendapat penolakan dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).

Selain Ahok, BUMN masih punya kejutan yakni masuknya nama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Menurut bocoran dari Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Rudiantara ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pramono Anung menambahkan, sidang tim penilai akhir (TPA) yang salah satunya menentukan pos baru Rudiantara sudah selesai digelar.

Dikutip dari Antaranews, sidang TPA dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku ketua, Pramono Anung selaku sekretaris, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan sejumlah menteri terkait lainnya. Kini, Rudiantara tinggal menunggu dilantik oleh Erick Thohir.

Setelahnya, berembus kabar bahwa tokoh lain seperti mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan dan mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti juga akan ikut jadi petinggi BUMN.

"Kita lihat saja nanti," demikian komentar yang disampaikan Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga.

Kabarnya, Ignasius Jonan akan jadi Komisaris Garuda Indonesia. Sedangkan Susi Pudjiastuti digadang akan menjadi Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo).

Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini