Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. (Foto: Wikipedia)

Kemarin, Raja Thailand Bawa 20 Selir dan Spanyol Darurat Corona

Internasional 01 April 2020 07:17 WIB

Beragam peristiwa internasional mewarnai pemberitaan Ngopibareng.id sepanjang, Selasa, 31 Maret 2020. Dua peristiwa di antaranya adalah Raja Thailand melakukan isolasi diri dengan menyewa hotel dan membawa 20 selir; serta wabah Corona di Spanyol membuat 12 tenaga medis positif tertular.

Raja Bawa 20 Selir

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menyewa sebuah hotel di Jerman untuk isolasi diri. Berbeda dengan bangsawan kebanyakan yang mengisolasi dengan menyendiri, sang raja menyewa seluruh kamar hotel serta membawa 20 selir cantik dan pelayan sendiri ke hotel itu.

Mengutip CNN Indonesia, raja berusia 67 tahun itu tampak berjalan-jalan ditemani para selirnya di sekitar Hotel Grand Sonnenbichl, Jerman.

Isolasi diri unik ala Raja Thailand inipun menuai kritik di tengah upaya Thailand melawan penyebaran virus Corona yang mengkawatirkan.

Aksi sang raja juga telah memicu protes di Thailand lantaran sejak Februari 2020 lalu, raja sama sekali tak terlihat di publik. Belakangan baru diketahui raja ternyata sedang mengisolasi diri di Jerman.

Namun protes di Thailand tidak meluas karena undang-undang di negeri Gajah Putih itu melarang ketat bagi siapapun mengkritik raja. Bahkan kritik dan protes pada raja bisa terancam hukuman 15 tahun penjara.

Jerman, seakan menjadi rumah kedua bagi sang raja bergelar Rama X ini. Di negeri ini, Raja Rama diketahui juga memiliki sebuah rumah mewah senilai US12 juta dolar di dekat Danau Starnberg yang lokasinya juga tak jauh dari hotel yang saat ini dia tempati bersama para selirnya.

Hotel Grand Sonnenbichl sendiri sangat mewah dan berada di kaki Pegunungan Alpen yang menawarkan pemandangan panorama pegunungan bersalju. Hotel ini menerima pesanan khusus dari pihak istana dan mengosongkan seluruh kamarnya untuk disewa raja.

12 Ribu Tenaga Medis Spanyol Positif Corona

Spanyol mengalami kesulitan dalam memerangi pandemi COVID-19. Seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Spanyol hari Senin kemarin mengkonfirmasi bahwa saat ini terdapat 12.298 pekerja kesehatan telah terinfeksi oleh virus tersebut, sehingga total kasus negara itu menjadi 85.195, lebih besar daripada China saat di puncak pandemi beberapa waktu lalu.

Tingginya jumlah pekerja kesehatan yang terinfeksi menjadi berita berita paling mengkhawatirkan dari semuanya, kata Jose Hernandez, asisten profesor sosiologi dan spesialis kebijakan kesehatan sosial di Universitas Cordoba.

"Ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk melawannya. Atau langkah-langkah untuk menghindari penularan tidak cukup dilakukan akibat banyaknya pasien yang harus ditangani," katanya kepada Al Jazeera. "Atau, seperti yang kutakutkan, keduanya," tambahnya.

"Sistem kesehatan semakin mengkhawatirkan, dan rasio staf per pasien jauh lebih rendah daripada yang diinginkan. Dalam risiko menjadi lingkaran setan, ini akan mengarah pada sistem kesehatan yang semakin gawat karena mereka itu justru bekerja di bidang intensif khusus," kata Hernandez.

"Dan jika mereka yang paling terinfeksi, maka pemerintah harus mengundang staf medis dari luar negeri, serta mengundang seluruh mahasiswa kedokteran untuk bekerja sebagai relawan. Apabila hal itu dilakukan maka akan menjadi kabar baik, " tambahnya.

Data juga menunjukkan jumlah petugas kesehatan yang terkena coronavirus sudah mencapai sekitar 14 persen dari semua kasus. Angka ini jauh lebih tinggi daripada di Italia, negara Eropa yang awalnya paling parah terkena virus corona. Di Italia, pada 29 Maret, tercatat petugas kesehatan yang terinfeksi hanya di bawah sembilan persen.

Di Portugal,negara tetangga Spanyol, yang jumlah penduduknya 20 persen populasi Spanyol, memiliki 853 staf medis yang terinfeksi. Total Spanyol saat ini lebih dari 12 kali angka itu.

Sementara itu, direktur layanan kesehatan darurat Spanyol, Fernando Simon yang pada beberapa waktu ini menjadi tokoh terkenal karena seringnya muncul di media untuk memberi keterangan pers mengenai coronavirus, ternyata juga dinyatakan positif terkena virus corona. Hal ini membuat Spanyol harus siap menjalani lockdown yang akan dimulai hari ini, Selasa 31 Maret.

Penulis : Rohman Taufik

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

09 Jul 2020 15:35 WIB

Permintaan Jokowi Turunkan Kurva Tak Terpenuhi, Ini Kata Khofifah

Jawa Timur

Khofifah menjelasan mengapa kurva covid-19 di Jawa Timur tak turun.

09 Jul 2020 15:20 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Operasi Patuh Masker

Surabaya

Bagi warga yang tidak pakai masker akan disanksi penyitaan KTP.

09 Jul 2020 15:10 WIB

Driver Protect, Ojol Surabaya yang Berprotokol Kesehatan Covid-19

Feature

Driver protect hanya menjemput di zona merah

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...